Akurat

Masuk Toko Minuman Keras, Rakun Mabuk dan Tepar di Kamar Mandi

Kumoro Damarjati | 4 Desember 2025, 13:38 WIB
Masuk Toko Minuman Keras, Rakun Mabuk dan Tepar di Kamar Mandi


AKURAT.CO Seekor rakun di Virginia, Amerika Serikat masuk ke sebuah toko minuman keras dan menenggak berbagai jenis alkohol. Hewan itu pun akhirnya pingsan di lantai kamar mandi.

Hewan tersebut diketahui masuk ke toko ABC Liquor di Ashland, Virginia, melalui plafon pada Sabtu dini hari pekan lalu. Menurut Carol Mawyer, manajer humas Otoritas Minuman Keras Virginia, rakun itu membuat kekacauan.

“Beberapa botol pecah, dan ia benar-benar meminum isinya,” ujarnya.

Tidak hanya rum dan moonshine, rakun tersebut juga mencicipi vodka, eggnog, hingga whiskey rasa selai kacang — yang menurut Mawyer, “sangat enak”. Rupanya rakun itu sependapat.

Alarm Berbunyi, Polisi Datang

Aksi rakun itu memicu sistem keamanan toko, sehingga petugas kepolisian dan pengendali hewan datang ke lokasi. Saat ditemukan, rakun itu tertidur telungkup di lantai kamar mandi.

Ia kemudian dibawa ke tempat penampungan hewan. Jeff Parker, Kepala Perlindungan Hewan Hanover County, mengatakan hewan itu mengalami "hangover" selama sekitar satu setengah jam sebelum akhirnya bangun tanpa cedera berarti — mungkin hanya rasa malu.

Setelah pulih, rakun tersebut dikembalikan ke alam liar.

Viral di Media Sosial

Parker mengaku timnya sering menangani rakun yang sakit atau terluka, namun kasus ini tergolong unik.

“Kami pikir ini cukup lucu untuk dibagikan di media sosial. Kami tidak menyangka akan viral hingga tingkat nasional, bahkan internasional.”

Rakun dan Alkohol: Bukan Pertama Kalinya Hewan Mabuk

Meski terdengar aneh, rakun memang dikenal sebagai hewan yang suka membuat masalah — terutama saat mencari makanan. Bahkan di beberapa negara bagian AS, mereka dijuluki “trash pandas” karena sering membongkar tempat sampah warga.

Meski terdengar mengejutkan, rakun bukan satu-satunya hewan yang dapat mabuk. Burung kerap mabuk karena buah yang telah difermentasi, sementara tikus berkantung di Malaysia diketahui menikmati nektar sawit fermentasi. Bahkan laporan tahun 1954 dari The New York Times mencatat berbagai kejadian hewan mabuk, termasuk seekor burung parkit Afrika yang mengamuk setelah menenggak bir di sebuah bar di New York.

Di beberapa wilayah Guinea, simpanse juga diketahui mencicipi minuman fermentasi yang dibuat manusia dengan cara mencelupkan daun ke dalam wadah berisi cairan lalu menjilatnya. Terkadang mereka melakukannya bersama teman—semacam “cheers” versi primata.

Namun tidak semua hewan cocok menjadi teman minum. Gajah, misalnya, memang dikenal menyukai minuman beralkohol, dan pawang bahkan telah memberikan alkohol kepada mereka sejak abad ke-18. Tetapi karena metabolisme mereka berbeda dengan manusia dan primata lainnya, gajah cenderung mabuk lebih cepat. Sejarah bahkan mencatat insiden pada tahun 1974 ketika lebih dari 100 gajah membobol sebuah pabrik bir di India dan kemudian melakukan amukan massal dalam kondisi teler.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa manusia dan beberapa primata lainnya dapat mengolah etanol dengan cepat berkat mutasi genetik yang terjadi sekitar 10 juta tahun lalu—kemampuan yang tidak dimiliki banyak hewan besar, termasuk gajah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.