Akurat Logo

Trump Bantah AS Akan Perang dengan Venezuela, Sindir Masa Jabatan Maduro “Tinggal Menghitung Hari”

Kumoro Damarjati | 3 November 2025, 18:53 WIB
Trump Bantah AS Akan Perang dengan Venezuela, Sindir Masa Jabatan Maduro “Tinggal Menghitung Hari”

AKURAT.CO  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis kemungkinan terjadinya perang antara AS dan Venezuela, namun memberi sinyal bahwa masa kekuasaan Presiden Nicolás Maduro mungkin tidak akan berlangsung lama. Dalam wawancara dengan program 60 Minutes di CBS, Trump mengatakan, "Saya ragu. Saya tidak berpikir begitu. Tapi mereka memperlakukan kami dengan sangat buruk."

Pernyataan ini muncul di tengah operasi militer AS yang menargetkan kapal-kapal penyelundup narkoba di wilayah Karibia. Pemerintahan Trump mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menghentikan aliran narkoba ke AS, tetapi Maduro menuduh Washington sedang "mempersiapkan perang baru". Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyebut serangan AS itu sebagai upaya “mendominasi Amerika Latin”.

Trump membantah bahwa operasi tersebut bertujuan menggulingkan Maduro, meski hubungan keduanya telah lama tegang. Ia menyebut Venezuela sebagai negara yang “mengirim geng kriminal”, menyoroti Tren de Aragua, kelompok yang ia sebut sebagai “geng paling kejam di dunia”.

Selain isu Venezuela, Trump juga menegaskan kembali keinginannya agar AS kembali melakukan uji coba senjata nuklir—hal yang belum pernah dilakukan sejak lebih dari 30 tahun. Ia mengklaim Rusia dan China “secara diam-diam” masih melakukan uji coba, meski kedua negara itu tidak pernah mengumumkannya secara resmi. Namun, Menteri Energi AS Chris Wright kemudian meluruskan bahwa yang dimaksud Trump adalah “uji coba non-kritis”, bukan ledakan nuklir penuh.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung soal penutupan pemerintahan (government shutdown) yang telah berlangsung lebih dari sebulan, menyalahkan Partai Demokrat yang ia sebut sebagai “kaum lunatik yang kehilangan arah”. Ia meyakini mereka pada akhirnya akan “menyerah dan menyetujui anggaran”.

Wawancara ini menjadi kemunculan pertama Trump di CBS setelah ia menggugat induk perusahaan penyiar tersebut atas tuduhan penyuntingan wawancara pemilu 2024 yang dianggap merugikan dirinya. Gugatan itu berakhir dengan penyelesaian senilai USD 16 juta, meski uang itu dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan presiden Trump, bukan ke kantong pribadinya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.