Viral! Tren Tusuk Gigi Goreng Jadi Camilan di Korea Selatan, Pemerintah: Stop Makan Itu!

AKURAT.CO Viral di media sosial tren tusuk gigi goreng telah menjadi camilan populer di kalangan penduduk Korea Selatan.
Jenis tusuk gigi di Korea Selatan yang dimakan ini berbeda dengan tusuk gigi yang umumnya digunakan di Indonesia.
Di Indonesia, tusuk gigi biasanya terbuat dari bambu atau lidi kecil, sementara di Korea Selatan, tusuk gigi dibuat dari tepung kanji atau tepung jagung.
Dalam video tersebut, tusuk gigi berwarna hijau digoreng dan diberi tambahan topping bubuk hijau.
Pewarna hijau digunakan untuk memberikan warna hijau pada camilan yang memiliki kemiripan dengan kentang goreng keriting (curly fries) ini.
Bahkan, banyak orang Korea Selatan yang menjadikan aksi makan tusuk gigi goreng ini sebagai salah satu konten dalam acara mukbang.
Baca Juga: Kembali Memanas, Korea Selatan Jatuhkan Sanksi Terkait Pengembangan Senjata Api Korea Utara
Dalam beberapa video yang beredar, terlihat bahwa camilan ini perlu direndam dalam minyak panas selama beberapa menit agar bisa mengembang.
Menurut laporan dari Reuters, tusuk gigi yang dapat dimakan ini sering ditemukan di restoran-restoran di Korea Selatan.
Keunggulan makanan ini terletak pada kemampuannya untuk digunakan sebagai alat untuk mengambil camilan lainnya.
Dalam konteks viralnya tren tusuk gigi goreng di Korea Selatan, Kementerian Pangan Korea Selatan telah mengeluarkan peringatan kesehatan.
Mereka menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi tusuk gigi goreng yang terbuat dari tepung kanji tersebut.
"Keamanan tusuk gigi sebagai makanan ini belum bisa diverifikasi," jelas Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-Obatan Korea Selatan.
Setelah fenomena tusuk gigi goreng ini menjadi viral di Korea Selatan, pemerintah setempat segera mengeluarkan larangan bagi penduduknya untuk mengonsumsi makanan tersebut.
"Tolong stop makan (tusuk gigi)," sambung Kementerian Korsel.
Baca Juga: Kim Jong Un Ubah Konstitusi, Jadikan Korsel Musuh Utama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









