Akurat

Mengawali 2026 dengan Puasa Ayyamul Bidh: Jadwal, Niat, dan Makna Ibadah di Bulan Rajab

Ratu Tiara | 10 Januari 2026, 22:46 WIB
Mengawali 2026 dengan Puasa Ayyamul Bidh: Jadwal, Niat, dan Makna Ibadah di Bulan Rajab

AKURAT.CO Awal tahun kerap dimaknai sebagai momentum perubahan. Banyak orang menyusun resolusi baru, menata ulang tujuan hidup, dan berusaha meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik.

Namun dalam perspektif Islam, perubahan sejati tidak hanya diukur dari target duniawi, melainkan juga dari kesungguhan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Salah satu amalan yang sering luput dari perhatian, padahal memiliki dasar kuat dan manfaat luas, adalah puasa Ayyamul Bidh.

Di bulan Januari 2026, puasa sunah ini memiliki nilai yang lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan Rajab 1447 Hijriah, salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Karena itu, pencarian mengenai niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dengan tanggalnya menjadi semakin relevan, terutama bagi umat muslim yang ingin mengawali tahun dengan ibadah yang terarah, sadar, dan bermakna.

Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025, Lengkap dengan Niat dalam Bahasa Arab dan Artinya

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh dan Mengapa Disebut “Hari-hari Putih”

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti hari-hari putih. Istilah ini merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, saat bulan berada pada fase purnama.

Pada malam-malam tersebut, cahaya bulan bersinar penuh dan terang, sehingga langit malam tampak lebih “putih” dibanding hari-hari lainnya.

Dalam tradisi Islam, penamaan ini bukan sekadar simbol astronomi.

Banyak ulama menjelaskan bahwa “putih” juga melambangkan kesucian, kejernihan, dan kelapangan.

Karena itu, puasa Ayyamul Bidh dipahami sebagai ibadah rutin yang berfungsi membersihkan jiwa secara berkala, sebulan sekali, agar manusia tidak larut terlalu jauh dalam kesibukan dunia.

Puasa ini termasuk puasa sunah yang sangat dianjurkan dan menjadi amalan yang jarang ditinggalkan Rasulullah SAW.

Bahkan, dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau menjaga puasa tiga hari setiap bulan, tanpa terikat hari tertentu, namun Ayyamul Bidh menjadi waktu yang paling utama.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh Digabung dengan Puasa Qodho Ramadhan? Ini Penjelasannya

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026

Januari 2026 dalam kalender Masehi bertepatan dengan bulan Rajab 1447 Hijriah.

Rajab memiliki kedudukan khusus karena termasuk dalam empat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), yakni bulan-bulan yang dimuliakan dan dihormati sejak masa sebelum Islam, kemudian ditegaskan kembali dalam syariat.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, pertengahan bulan Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada awal Januari 2026.

Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh diperkirakan sebagai berikut:

  • Jumat, 2 Januari 2026 – 13 Rajab 1447 H
  • Sabtu, 3 Januari 2026 – 14 Rajab 1447 H
  • Minggu, 4 Januari 2026 – 15 Rajab 1447 H

Perlu dicatat, penetapan resmi awal bulan Hijriah tetap menunggu keputusan pemerintah atau otoritas keagamaan berdasarkan rukyatul hilal. Namun jadwal ini dapat dijadikan pedoman awal agar umat muslim dapat menyiapkan diri secara fisik dan mental.

Mengapa Puasa Ayyamul Bidh di Awal Tahun Sangat Relevan

Banyak orang mengawali tahun dengan pesta, liburan, dan pola hidup yang kurang terkontrol.

Puasa Ayyamul Bidh di awal Januari justru hadir sebagai rem spiritual. Ia membantu seseorang berhenti sejenak, menata ulang niat hidup, dan mengingat kembali tujuan utama keberadaan manusia.

Melaksanakan puasa pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026 juga menandakan setelah hiruk-pikuk pergantian tahun, seorang muslim memilih menundukkan hawa nafsu, bukan merayakannya tanpa batas.

Inilah bentuk resolusi yang tidak hanya ditulis, tetapi dijalani.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap

Niat merupakan fondasi utama dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang jelas, puasa hanya menjadi aktivitas menahan lapar dan haus.

Dalam puasa sunah Ayyamul Bidh, niat memiliki kelonggaran waktu dibanding puasa wajib Ramadan.

Selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak Subuh, niat masih boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu Zuhur.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang lazim digunakan:

Lafal Arab:


نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunah karena Allah Ta‘ala.”

Niat ini cukup dihadirkan dalam hati. Mengucapkannya dengan lisan diperbolehkan sebagai bentuk peneguhan niat, tetapi tidak menjadi syarat sah.

Dasar Kuat Anjuran Puasa Ayyamul Bidh

Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah puasa Ayyamul Bidh benar-benar memiliki dasar kuat? Jawabannya, iya. Puasa ini termasuk amalan yang dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan secara luas dalam hadis-hadis shahih.

Salah satu keutamaannya adalah nilai pahala yang besar. Puasa tiga hari setiap bulan dipandang setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Tiga hari puasa bernilai tiga puluh hari, dan jika dilakukan setiap bulan, seakan-akan seseorang berpuasa sepanjang masa.

Inilah bentuk rahmat Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang usia hidupnya relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu, tetapi diberi peluang pahala yang berlipat melalui amalan sederhana namun konsisten.

Keutamaan Ganda Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab

Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 memiliki keutamaan berlapis. Pertama, ia adalah puasa sunnah rutin yang sangat dianjurkan. Kedua, ia dilaksanakan di bulan Rajab, bulan yang dimuliakan.

Banyak ulama menjelaskan bahwa amal saleh di bulan-bulan haram memiliki nilai lebih besar, sementara perbuatan dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat. Karena itu, berpuasa di bulan Rajab dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang Allah muliakan.

Selain aspek pahala, puasa ini juga melatih disiplin diri menjelang bulan-bulan besar berikutnya, seperti Sya’ban dan Ramadan. Ia menjadi pemanasan spiritual yang lembut namun efektif.

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh yang Benar

Secara praktik, puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda dengan puasa sunah lainnya:

  1. Sahur dianjurkan, meskipun sederhana, karena mengandung keberkahan.
  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
  3. Menjaga sikap dan lisan, karena puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang sia-sia.
  4. Menyegerakan berbuka saat Magrib dengan makanan ringan dan doa.

Kesempurnaan puasa tidak hanya diukur dari sah atau tidaknya, tetapi dari sejauh mana ia membentuk akhlak dan kesadaran diri.

Menjadikan Puasa sebagai Resolusi Nyata

Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 bukan sekadar agenda ibadah tambahan. Ia bisa menjadi titik awal perubahan yang konkret.

Tiga hari berpuasa di awal tahun mengajarkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Dengan memahami jadwal, niat puasa Ayyamul Bidh secara lengkap, serta keutamaannya, umat muslim memiliki kesempatan untuk mengawali tahun dengan kesadaran spiritual yang lebih jernih.

Bukan hanya berharap tahun baru menjadi lebih baik, tetapi benar-benar mengupayakannya melalui ibadah yang terarah dan bermakna.

Mutiara MY (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R