Akurat

Doa saat Terjadi Cuaca Ekstrem, agar Selamat dari Bencana

Lufaefi | 14 Oktober 2025, 08:30 WIB
Doa saat Terjadi Cuaca Ekstrem, agar Selamat dari Bencana

AKURAT.CO Fenomena cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hujan deras yang disertai angin kencang, gelombang tinggi, kekeringan panjang, hingga suhu panas ekstrem menjadi tanda-tanda perubahan iklim yang nyata.

Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan agar umatnya tidak hanya waspada secara fisik, tetapi juga memperkuat spiritualitas dengan doa dan introspeksi diri.

Bencana alam dalam pandangan Islam bukan sekadar gejala alamiah, melainkan juga peringatan agar manusia kembali mendekat kepada Allah.

Rasulullah SAW sendiri mencontohkan sejumlah doa ketika menghadapi fenomena alam yang menakutkan, seperti hujan lebat, angin besar, atau kilat. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW berdoa ketika angin bertiup kencang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang diperintahkan dengannya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan yang diperintahkan dengannya.” (HR. Muslim).

Baca Juga: 5 Tips Mediasi agar Sukses dan Membuahkan Hasil dalam Perspektif Islam

Doa ini menunjukkan sikap seimbang Rasulullah: tidak panik dan tidak sombong. Beliau menyadari bahwa setiap fenomena alam, baik tampak berbahaya maupun tidak, sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.

Selain itu, ketika hujan turun deras, Rasulullah SAW biasa mengucapkan doa:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang membawa manfaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa ini bukan hanya permohonan keselamatan, tetapi juga pengakuan bahwa hujan—meskipun kadang menimbulkan bencana—adalah rahmat yang bisa berubah menjadi berkah jika manusia bersyukur dan tidak berbuat kerusakan di bumi.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan manusia agar mengambil pelajaran dari fenomena alam:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Artinya: “Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda (alam) itu melainkan untuk menimbulkan rasa takut (agar manusia sadar).” (QS. Al-Isra: 59).

Ayat ini menegaskan bahwa bencana bukan sekadar musibah, melainkan sarana peringatan agar manusia memperbaiki diri dan memperkuat ketakwaan.

Karenanya, saat menghadapi cuaca ekstrem, seorang Muslim hendaknya memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan sosial, dan memperbanyak doa perlindungan. Selain doa-doa di atas, dianjurkan pula membaca zikir seperti hasbunallahu wa ni‘mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan sebaik-baik pelindung).

Baca Juga: Harga Emas Antam Logam Mulia Naik atau Turun? Ini Tuntunan Islam dalam Investasi

Dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah, hati menjadi tenang di tengah ketidakpastian alam. Islam mengajarkan bahwa keselamatan sejati bukan hanya karena perlindungan fisik, tetapi karena kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta. Doa adalah benteng keimanan yang mampu menenangkan jiwa dan menghadirkan rasa aman di tengah badai kehidupan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.