Tata Cara Sholat Jamak Taqdim dan Takhir Dzuhur dan Ashar Lengkap dengan Niatnya

AKURAT.CO Sholat jamak merupakan salah satu keringanan (rukhsah) dalam Islam yang memudahkan umat Muslim ketika berada dalam kondisi tertentu, seperti saat bepergian jauh, sakit, atau keadaan darurat. Dengan sholat jamak, dua sholat wajib bisa digabungkan dalam satu waktu pelaksanaan.
Namun, tidak semua sholat fardhu boleh dijamak. Hanya dua pasangan sholat yang bisa digabungkan, yaitu Dzuhur dengan Ashar serta Maghrib dengan Isya. Sementara sholat Subuh tidak bisa dijamak dengan sholat apa pun.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap pengertian sholat jamak, syarat diperbolehkannya, hingga tata cara dan niat sholat jamak Dzuhur dan Ashar baik secara taqdim maupun takhir.
Apa Itu Sholat Jamak?
Secara sederhana, sholat jamak adalah pelaksanaan dua sholat fardhu dalam satu waktu. Praktik ini menjadi bentuk kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang menghadapi kesulitan untuk melaksanakan sholat di waktu masing-masing.
Berdasarkan waktunya, sholat jamak terbagi menjadi dua jenis:
-
Jamak Taqdim, yaitu menggabungkan dua sholat fardhu di waktu sholat pertama. Misalnya, melaksanakan Dzuhur dan Ashar sekaligus pada waktu Dzuhur.
-
Jamak Takhir, yaitu menggabungkan dua sholat fardhu di waktu sholat kedua. Misalnya, melaksanakan Dzuhur dan Ashar pada waktu Ashar.
Dasar pelaksanaan sholat jamak juga memiliki landasan dari sunnah Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas diriwayatkan bahwa:
“Rasulullah SAW menggabungkan antara shalat Dzuhur dan Ashar jika beliau dalam perjalanan dan menggabungkan antara Magrib dan Isya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Kapan Sholat Jamak Diperbolehkan?
Sholat jamak tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada kondisi tertentu yang menjadi sebab diperbolehkannya seseorang melaksanakan sholat jamak, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
-
Perjalanan Jauh (Safar)
Ulama sepakat bahwa seseorang boleh menjamak sholat ketika sedang melakukan perjalanan jauh, dengan jarak sekitar 80 km atau lebih (setara 48 mil). -
Cuaca Buruk
Saat hujan deras, udara sangat dingin, atau angin kencang, seseorang boleh menjamak sholat Maghrib dan Isya. Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Salamah bin Abdurrahman:“Termasuk sunnah jika hari hujan, untuk menjamak antara sholat Maghrib dan Isya. Rasulullah SAW menjamak sholat Maghrib dan Isya di malam yang hujan dengan lebat.”
(HR Bukhari) -
Sakit
Jika sholat di waktu normal justru memperburuk kondisi kesehatan, maka diperbolehkan menjamak dua sholat fardhu agar tidak memberatkan diri. -
Keadaan Darurat atau Mendesak
Misalnya seseorang berada di tempat kerja jauh dari sumber air, sulit menemukan tempat sholat, atau dalam situasi yang mengancam keselamatan diri dan harta. Dalam kondisi seperti itu, sholat jamak boleh dilakukan sebagai bentuk keringanan.
Tata Cara Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar
Pelaksanaan sholat jamak Dzuhur dan Ashar pada dasarnya sama seperti sholat fardhu biasa. Perbedaannya hanya pada waktu pelaksanaan dan niatnya. Berikut penjelasan lengkapnya:
A. Sholat Jamak Taqdim (Dzuhur dan Ashar di Waktu Dzuhur)
Sholat jamak taqdim dilakukan dengan cara menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar pada waktu Dzuhur. Urutannya harus berurutan—Dzuhur terlebih dahulu, baru kemudian Ashar.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Niat sholat Dzuhur jamak taqdim:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَجْمُوعًا إِلَيْهِ الْعَصْر أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardhadzh-dzhuhri jam’a taqdiimin majmuu’an ilaihil ‘ashra arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya niat sholat fardhu Dzuhur dengan jamak taqdim dijamak bersama Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.”
-
Lakukan sholat Dzuhur seperti biasa, empat rakaat lengkap, dengan urutan dan bacaan sebagaimana sholat fardhu.
-
Setelah salam, langsung berdiri untuk melaksanakan sholat Ashar tanpa jeda panjang.
-
Niat sholat Ashar jamak taqdim:
أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Ashar empat rakaat yang dijamak dengan Dzuhur, karena Allah Ta'ala.”
-
Laksanakan sholat Ashar seperti biasa, empat rakaat, kemudian tutup dengan salam.
B. Sholat Jamak Takhir (Dzuhur dan Ashar di Waktu Ashar)
Berbeda dengan jamak taqdim, sholat jamak takhir dilakukan pada waktu sholat kedua, yaitu Ashar. Artinya, sholat Dzuhur diundur dan digabungkan ke waktu Ashar.
Tata caranya sebagai berikut:
-
Sebelum waktu Dzuhur berakhir, ucapkan niat untuk mengakhirkan sholat Dzuhur ke waktu Ashar:
نَوَيْتُ تَأْخِيرُ الظُّهْرِ إِلَى الْعَصْرِ
Nawaitu ta’khiirudz-dzuhri ilal-‘ashri
Artinya: “Saya niat mengakhirkan sholat Dzuhur ke waktu Ashar.”
-
Saat waktu Ashar tiba, bacalah niat jamak takhir untuk sholat Dzuhur:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardladh-dhuhri arba’a raka’atin majmu’an bil-‘ashri jam’a ta’khiirin lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak takhir karena Allah Ta'ala.”
-
Laksanakan sholat Dzuhur seperti biasa, lalu salam.
-
Setelah itu, langsung lanjutkan dengan sholat Ashar seperti biasanya dengan niat jamak takhir.
Menariknya, dalam jamak takhir tidak diwajibkan melaksanakan kedua sholat secara berurutan. Seperti dijelaskan dalam Kitab Fath al-Qarib,
“Tidak wajib dalam jamak ta’khir ini melakukan shalat secara tartib (berurutan), tidak wajib pula muwalah dan niat jamak menurut pendapat yang sahih dalam ketiganya.”
(Ibnu Qasim Al-Ghazi, Fathul Qarib al-Mujib, hlm. 44)
Hukum dan Hikmah Sholat Jamak
Secara hukum, sholat jamak bersifat mubah (boleh). Umat Islam boleh melakukannya atau tidak, tergantung kondisi yang dihadapi. Tujuan utama dari rukhsah ini adalah agar tidak ada alasan meninggalkan sholat meskipun sedang dalam keadaan sulit.
Selain memberikan kemudahan, sholat jamak juga mengajarkan nilai fleksibilitas dalam beribadah. Islam tidak memberatkan, tetapi justru menyesuaikan dengan kemampuan umatnya selama tidak melanggar syariat.
Kesimpulan
Sholat jamak Dzuhur dan Ashar adalah bentuk keringanan yang menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Baik dilakukan dengan cara taqdim maupun takhir, keduanya sah selama memenuhi syarat dan niatnya benar.
Keringanan ini bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk dimanfaatkan ketika memang benar-benar diperlukan—seperti dalam perjalanan, sakit, atau situasi darurat. Dengan memahami tata cara dan niatnya dengan benar, sholat jamak menjadi solusi praktis agar ibadah tetap berjalan di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu.
Kalau kamu ingin tahu panduan ibadah lain yang mudah dipahami dan bersumber dari dalil shahih, pantau terus artikel terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting seputar tuntunan ibadah harian.
Baca Juga: Niat, Tata Cara, dan Doa Sholat Hajat Agar Keinginan Dikabulkan
Baca Juga: Taubat Versi Kekinian: Langkah Menuju Ampunan Allah
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan sholat jamak?
Sholat jamak adalah pelaksanaan dua sholat wajib dalam satu waktu. Tujuannya untuk memberikan keringanan (rukhsah) kepada umat Muslim yang mengalami kesulitan menjalankan sholat di waktu masing-masing, seperti saat bepergian jauh, sakit, atau kondisi darurat.
2. Sholat apa saja yang boleh dijamak?
Hanya empat sholat yang boleh dijamak, yaitu Dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya. Sementara sholat Subuh tidak bisa dijamak dengan sholat apa pun karena memiliki waktu khusus yang tidak boleh digabungkan.
3. Apa perbedaan jamak taqdim dan jamak takhir?
Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya.
-
Jamak taqdim dilakukan dengan menggabungkan dua sholat pada waktu sholat pertama, misalnya Dzuhur dan Ashar dikerjakan di waktu Dzuhur.
-
Jamak takhir dilakukan dengan menggabungkan dua sholat pada waktu sholat kedua, misalnya Dzuhur dan Ashar dikerjakan di waktu Ashar.
4. Kapan seseorang diperbolehkan menjamak sholat?
Menjamak sholat diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti:
-
Saat perjalanan jauh (safar) minimal 80 km.
-
Ketika cuaca buruk, seperti hujan deras atau angin kencang.
-
Jika sedang sakit dan kesulitan sholat di waktu normal.
-
Dalam keadaan darurat, misalnya sulit menemukan tempat sholat atau berada di situasi berbahaya.
5. Bagaimana tata cara sholat jamak Dzuhur dan Ashar?
Caranya sama seperti sholat wajib biasa, hanya saja dilakukan dua kali dalam satu waktu:
-
Jika jamak taqdim, lakukan Dzuhur lebih dulu lalu langsung dilanjutkan dengan Ashar.
-
Jika jamak takhir, Dzuhur diundur ke waktu Ashar lalu dikerjakan berurutan atau terpisah di waktu tersebut.
6. Berapa jumlah rakaat dalam sholat jamak Dzuhur dan Ashar?
Jumlah rakaat tidak berubah. Baik jamak taqdim maupun jamak takhir, Dzuhur dan Ashar tetap masing-masing empat rakaat. Hanya waktu pelaksanaannya yang digabung, bukan jumlah rakaatnya yang dikurangi.
7. Apa hukum sholat jamak?
Hukumnya mubah (boleh). Umat Islam boleh melakukannya atau tidak tergantung kondisi. Sholat jamak bukan kewajiban, tetapi kemudahan yang disyariatkan untuk meringankan beban ibadah saat seseorang dalam keadaan sulit.
8. Apakah boleh menjamak sholat tanpa alasan tertentu?
Tidak boleh. Sholat jamak hanya sah dilakukan jika ada alasan syar’i seperti safar, sakit, atau keadaan darurat. Jika dilakukan tanpa sebab yang dibenarkan, maka sholat tersebut tidak sah dan wajib diulang di waktunya masing-masing.
9. Apa niat sholat jamak Dzuhur dan Ashar?
Untuk jamak taqdim, niatnya:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardladh-dhuhri arba’a raka’atin majmu’an bil-‘ashri jam’a taqdiimin lillaahi ta’aalaa.
Untuk jamak takhir, niatnya:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii fardladh-dhuhri arba’a raka’atin majmu’an bil-‘ashri jam’a ta’khiirin lillaahi ta’aalaa.
10. Apakah dalam sholat jamak takhir harus berurutan antara Dzuhur dan Ashar?
Tidak wajib. Berdasarkan penjelasan dalam Kitab Fath al-Qarib, sholat jamak takhir boleh dilakukan secara berurutan (Dzuhur lalu Ashar) atau terpisah, selama masih berada di waktu Ashar.
11. Apakah sholat jamak bisa dilakukan berjamaah?
Bisa. Sholat jamak boleh dilakukan sendiri maupun berjamaah, asalkan imam dan makmum sama-sama berniat untuk menjamak sholat di waktu yang sama.
12. Apa hikmah dibolehkannya sholat jamak?
Hikmah dari disyariatkannya sholat jamak adalah untuk mempermudah umat Islam dalam beribadah, terutama dalam kondisi sulit. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih dan tidak memberatkan umatnya dalam beribadah kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









