Akurat

Doa Saat Melihat Fenomena Gerhana Matahari

Fajar Rizky Ramadhan | 22 September 2025, 05:49 WIB
Doa Saat Melihat Fenomena Gerhana Matahari

AKURAT.CO Fenomena gerhana matahari merupakan salah satu peristiwa alam yang kerap mengundang perhatian manusia sejak zaman dahulu.

Dalam perspektif ilmu pengetahuan, gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang dan tidak sepenuhnya sampai ke permukaan bumi.

Peristiwa ini dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada posisi orbit bumi dan bulan.

Namun, dalam tradisi keagamaan, khususnya Islam, gerhana matahari bukan sekadar fenomena astronomi. Al-Qur’an dan hadis menuntun umat Islam untuk memandangnya sebagai tanda kebesaran Allah.

Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah makhluk Allah yang tunduk pada aturan-Nya.

Baca Juga: Doa saat Tiba Musim Hujan, agar Selamat dari Segala Macam Bencana Alam

Gerhana tidak berkaitan dengan kelahiran atau kematian seseorang, melainkan semata-mata fenomena alam yang menjadi sarana untuk merenungkan kekuasaan-Nya.

Ilmu astronomi menjelaskan gerhana dengan hukum gravitasi dan pergerakan benda langit, sementara agama memberikan makna spiritual berupa peringatan dan kesempatan untuk memperbanyak ibadah.

Dengan demikian, gerhana adalah titik temu antara pengetahuan ilmiah dan kesadaran religius. Umat Islam dianjurkan untuk mengiringi peristiwa ini dengan doa, istighfar, dan salat gerhana (ṣalāt al-kusūf).

Rasulullah SAW memberikan tuntunan doa yang dapat dibaca ketika melihat gerhana. Doa ini merefleksikan rasa takut, harap, sekaligus ketundukan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diriwayatkan dalam hadis adalah:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ سَلامَةً وَإيمَانًا، وَسَلامَةً وَإسْلامًا، وَعَائِذًا بِكَ مِنَ الْعُدْوَانِ، وَذَوِي الطُّغْيَانِ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah (gerhana ini) sebagai keselamatan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta perlindungan dari segala permusuhan, dari orang-orang yang zalim, dan dari kejahatan setan.”

Selain doa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar dan zikir, misalnya dengan membaca tasbih:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”

Dalam riwayat sahih, Nabi SAW menganjurkan salat dua rakaat dengan bacaan panjang, rukuk dan sujud yang lebih lama dibanding salat biasa.

Hal ini bertujuan menumbuhkan rasa takut (khauf) sekaligus harapan (rajā’) kepada Allah SWT. Gerhana mengingatkan manusia akan dahsyatnya kekuasaan-Nya, serta menjadi momen untuk memperbaiki diri.

Baca Juga: Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Ini Doa Menghadapi Musim Hujan

Gerhana matahari sepatutnya tidak hanya disaksikan sebagai tontonan astronomi, tetapi juga direnungi sebagai peringatan spiritual. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi bekal batin agar manusia tetap rendah hati di hadapan kebesaran Allah.

Dengan memadukan pengetahuan ilmiah dan tuntunan religius, fenomena ini dapat menumbuhkan kesadaran kosmik: bahwa alam raya bergerak sesuai kehendak Sang Pencipta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.