7 Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadan

AKURAT.CO Memasuki bulan suci Ramadan umat muslim berlomba-lomba dalam meraih pahala dan berdoa di waktu yang mustajab. Mereka berdoa kepada Allah agar segala keinginan dan hajat dapat dikabulkan.
Diketahui bulan Ramdan memiliki waktu yang mustajab dalam berdoa. Pada waktu tersebut, doa seorang muslim berpeluang dikabulkan oleh Allah.
Berdoa di bulan Ramadan dinilai mustajab sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya, Allah membebaskan beberapa orang pada setiap hari dan malam (Ramadan), setiap hamba di antara mereka ada doa yang dikabulkan’ (HR. Ahmad).
Baca Juga: Sering Berpindah Negara Saat Kecil, Bryan Domani Ungkap Tak Bisa Lakukan Ini Saat Ramadan
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 7 waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan.
1. Sepertiga malam terakhir
Sepertiga malam terakhir menjadi waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadan. Waktu ini dimulai dari pukul 00.00 hingga 03.00.
Sepertiga malam dinilai manjur untuk berdoa kepada Allah.
Adapun ibadah yang dapat dilakukan di sepertiga malam yakni salat tahajud.
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir di setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa saja yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberi, siapa saja yang memohon ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Ketika sahur
Ketika sahur masuk ke dalam waktu mustajab berdoa di bulan Ramadan.
Maka dari itu, penting berdoa sebelum melakukan sahur sehingga berpeluang dikabulkan oleh Allah, seperti yang dijelaskan dalam hadis Bukhari dan Muslim:
“Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Selama berpuasa
Selama berpuasa di bulan Ramadan menjadi waktu yang mustajab dikabulkan. Oleh karena itu, selepas salat lima waktu panjatkan doa agar didengar dan dikabulkan oleh Allah, seperti dalam sabda Rasulullah:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi).
4. Jelang berbuka puasa
Menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Selain waktu yang dinanti umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa, waktu tersebut juga dinantikan Allah untuk mendengar doa-doa umatnya.
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah)
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ
وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه
Artinya: “Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah (Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insyaallah).” (HR Abu Dawud )
5. Di antara adzan dan iqamah
Di antara azan dan iqamah, menjadi waktu yang mustajab terkabul doanya. Waktu tersebut dikatakan bahwa Allah mendengar semua doa umatnya.
اَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ
Artinya: “Doa di antara azan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; shahih)
6. Hari Jumat
Hari Jumat di bulan Ramadan termasuk waktu berdoa yang mustajab. Selain itu, hari Jumat memang memiliki keistimewaan bagi umat muslim.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ . وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا
Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda:
Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: 6 Pahala Membaca Al-Quran di Hari Jumat Menurut Sunah Nabi
7. Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar merupakan malam istimewa di bulan Ramadan. Malam tersebut lebih baik, dari seribu bulan yang terdapat di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Pada malam Lailatul Qadar umat muslim dianjurkan memerbanyak ibadah dengan beritikaf di masjid. Malam tersebut juga dinilai menjadi waktu mustajab untuk berdoa.
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Q.S. AL-Qadr : 3)
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan..”(Q.S. AL-Qadr : 4)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









