Akurat Logo

Niat, Tata Cara Dan Keutamaan Salat Istisqa

Eko Krisyanto | 18 September 2023, 12:48 WIB
Niat, Tata Cara Dan Keutamaan Salat Istisqa

AKURAT.CO Al-Istisqa berarti meminta curahan air penghidupan (thalab al saqaya). Para ulama Fiqih mendefinisikan salat istisqa sebagai salah satu salat sunah muakadah atau salat sunah yang dianjurkan.

Salat sunah ini dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Salat istisqa sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW yang mana dijelaskan oleh Beliau dalam hadisnya.

Baca Juga: Khutbah Salat Istisqa Boleh Dilakukan Sebelum Salat, Ini Hadisnya

Berikut ini beberapa hadis yang menjelaskan tentang salat sunah istisqa:

· Dari Abu Hurairah r.a; "Nabi Muhammad SAW keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa azan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk berkhotbah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan seketika beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pudak kanan ke pundak kiri, begitu pun ujung sorbannya". (HR Imam Ahmad)

· Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aima berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdullah bin Abu Bakar dari Abbad bin Tamim dari pamannya ia berkata. “ Nabi Saw pernah keluar melaksanakan salat istisqa dengan membalikkan selendangnya". (HR Bukhari Nomor 950)

· Rasulullah SAW keluar menuju lapangan untuk istisqa. Beliau membalikkan rida-nya ketika mulai menghadap kiblat". (HR Muslim Nomor 894)

Baca Juga: Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan Lengkap dengan Doanya

Niat dan Tata Cara Salat Istisqa

Dikutip dari islam.nu, Senin (18/9/2023), berikut ini niat dan tata cara salat istisqa;

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya, "Aku niat salat sunah minta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."

Sedangkan tata cara mengerjakan salat istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat dan serupa dengan salat Ide. Hanya saja terdapat berbeda diantara keduanya yakni pada pembacaan khotbah, pembacaan takbir, dan arah khatib pada khotbah kedua. Selain dari itu semuanya sama.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdullah Bafadah al-Hadhrami, al-Muqadimah al-Hadhramiyyah pada Hamisy Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012M, juz II, halaman 365-366.
"Mereka melaksanakan salat istisqa sebanyak dua rakaat seperti salat Ide beserta takbirnya. Seseorang yang menjadi khatib kemudian menyampaikan khotbah dua kali atau satu kali. Khotbah setelah salat lebih utama, khatib beristigfar dalam khotbah sebagai pengganti pada takbir pada rakaat kedua salat Ide. Khatib berdoa dengan jahar (lantang), lalu menghadap kiblat setelah lewat sepertiga pada khotbah kedua. Khatib dan jamaah memutar pakaian (selendang atau sorban) ketika itu. Pada saat itu, khatib meningkatkan kesungguhan berdoa sirr (rahasia) dan jahar (lantang), setelah itu ia kembali menghadap ke arah jamaah."

Adapun ringkasan tata cara salat istsqa adalah:

1. Niat salat istisqa dua rakaat
2. Pada rakaat pertama membaca takbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca surah al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah Al-Qur'an
3. Khotbah dua atau sekali sebelum atau setelah salat. Khotbah setelah salat lebih baik.
4. Sebelum melakukan khotbah pertama, khatib membaca istigfar sebanyak sembilan kali.
5. Sebelum masuk khotbah kedua khatib membaca istigfar sebanyak tujuh kali
6. Perbanyak doa dalam khotbah kedua.
7. Salat istisqa sama dengan pelaksanaan salat Id hanya saja terdapat perbedaan pada penempatan khotbah, pembacaan takbir dan arah khatib pada khotbah kedua.

Keutamaan Salat Istisqa

Tujuan dari melaksanakan salat sunah istisqa ialah untuk meminta pertolongan kepada Allah swt. untuk diturunkan air hujan saat dilanda musim kemarau yang panjang. Salat sunah istisqa dilakukan di tempat terbuka. Sedangkan keutamaan dari salat istisqa, dikutip dari berbagai sumber. Adapun keutamaan salat sunah istisqa ialah sebagai berikut:

· Menunjukkan bahwa ketergantungan manusia kepada Allah SWT sebagai pemilik dan pengatur alam semesta dan segala urusan yang ada di alam semesta ini.

· Menumbuhkan kesadaran untuk pentingnya menghargai dan menjaga air sebagai nikmat Allah SWT dari salat istisqa juga memberikan keutamaan tentang memanfaatkan air dengan baik

· Memperkuat hubungan antara hamba dan pencipta, sehingga bisa selalu memperoleh rahmat-Nya.

· Menghadirkan dan memperlihatkan rasa kebersamaan, solidaritas dan saling membantu dalam menghadapi situasi yang sulit seperti kekeringan.

· Sebagai pengingat kepada umat muslim akan pentingnya berdoa dan selalu bergantung kepada Allah SWT dalam segala hal.

Wallahu a'lam bissawab. (Raodatuljanah)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK