Akurat

Doa agar Selamat dari Bencana Gempa Megathrust

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Oktober 2025, 08:00 WIB
Doa agar Selamat dari Bencana Gempa Megathrust

AKURAT.CO Fenomena gempa bumi, termasuk potensi gempa megathrust, seringkali menjadi peringatan bagi manusia tentang betapa kecil dan lemahnya kita di hadapan kekuasaan Allah.

Dalam Islam, setiap bencana alam bukan sekadar gejala geologis, tetapi juga tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia untuk kembali berserah diri, beristighfar, dan memperbaiki amal.

Untuk menghadapi bencana, Islam mengajarkan umatnya agar tidak hanya berikhtiar secara ilmiah dan teknis, seperti mengikuti arahan evakuasi dan mitigasi bencana, tetapi juga memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk tawakal.

Berikut ini salah satu doa yang dapat dibaca agar diberi keselamatan dari bencana gempa bumi besar seperti megathrust:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Allāhumma innā na‘ūdzu bika min zawāli ni‘matika, wa taḥawwuli ‘āfiyatika, wa fujā’ati niqmatika, wa jamī‘i sakhathika.

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan yang Engkau anugerahkan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan segala bentuk kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)

Doa ini diajarkan Rasulullah saw. untuk memohon perlindungan dari musibah yang datang mendadak, termasuk bencana alam seperti gempa bumi.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton Bulan November 2025, Lengkap dengan Tanggal Hijriah

Selain doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan membaca istighfar dan memperbanyak dzikir:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-‘azhīm alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm wa atūbu ilaih

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Dalam pandangan Islam, doa bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kesadaran spiritual bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi berada di bawah kekuasaan Allah.

Maka, menghadapi ancaman gempa megathrust haruslah dengan keseimbangan antara ikhtiar lahiriah—seperti kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, dan teknologi mitigasi—dan ikhtiar batiniah berupa doa, tobat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Gempa tidak bisa dicegah, tetapi dengan doa dan amal saleh, hati manusia menjadi lebih tenang, siap menghadapi apa pun yang Allah takdirkan dengan penuh tawakal dan keimanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.