Panduan Lengkap Puasa Tasua dan Asyura: Niat dan Keutamaannya

AKURAT.CO Bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah memiliki keistimewaan tersendiri, salah satunya adalah anjuran untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura.
Dua puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan Rasulullah SAW pun sangat menekankannya.
Mari selami lebih dalam mengenai niat, waktu pelaksanaan, serta keutamaan dari puasa Tasua dan Asyura.
Baca Juga: Kapan Jadwal Puasa Asyura? Ini Sejumlah Keutamaan Puasa Asyura dalam Islam
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Bulan Muharram dalam kalender Hijriah memiliki kedudukan yang sangat mulia di hadapan Allah SWT. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa di bulan ini merupakan yang paling utama setelah Ramadhan.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan juga dibahas dalam buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah oleh Ahmad Zacky:
"Dari Abu Hurairah RA, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, yang merupakan bulan Allah, dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam.'" (HR. Muslim)
Dua hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa dalam bulan Muharram adalah tanggal 9 dan 10 Muharram, yang dikenal sebagai hari Tasua dan Asyura.
Keduanya memiliki nilai ibadah yang tinggi serta nilai sejarah yang mendalam.
Puasa Asyura mulai dilaksanakan oleh Rasulullah SAW setelah beliau mengetahui bahwa orang-orang Yahudi di Madinah juga berpuasa pada hari tersebut.
Ketika ditanya, mereka menjelaskan bahwa mereka berpuasa sebagai bentuk peringatan atas keselamatan Nabi Musa AS dari Firaun. Ibnu Abbas RA meriwayatkan:
"Pada hari itu, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan umatnya dari Firaun dan pasukannya. Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah." Rasulullah SAW lalu berkata, 'Aku lebih berhak terhadap Musa daripada mereka.' Maka, Nabi pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk melakukannya." (HR. Bukhari)
Sebagai bentuk pembeda dengan kebiasaan kaum Yahudi, Rasulullah SAW berencana untuk menambah satu hari lagi, yaitu tanggal 9 Muharram, yang dikenal dengan puasa Tasua. Hadits dari Abdullah bin Abbas RA menjelaskan:
"Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh para sahabat berpuasa, mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, hari Asyura ini adalah hari yang dihormati oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.' Rasulullah SAW menjawab, 'Jika demikian, insya Allah pada tahun depan kita akan berpuasa pada hari kesembilan.' Namun, sebelum tahun tersebut datang, Rasulullah SAW wafat." (HR. Muslim)
Selain nilai sejarahnya, puasa Asyura juga mengandung keutamaan dalam hal pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Oleh karena itu, puasa Tasua dan Asyura bukan sekadar tradisi semata, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Selain menjadi teladan dari Rasulullah SAW, puasa ini juga merupakan ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada perjalanan hidup para nabi sebelumnya, khususnya Nabi Musa AS.
Ini adalah warisan spiritual yang patut dilestarikan dan diamalkan oleh umat Islam hingga kini.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Sama seperti puasa sunah lainnya, niat puasa Tasua dan Asyura tidak harus diucapkan secara lisan, cukup dalam hati.
Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa atau bahkan di siang hari asalkan belum makan atau minum dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
1. Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu-'aa-in sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Tasua pada esok hari karena Allah Taala."
2. Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Asyura pada esok hari karena Allah Taala."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








