Panduan Lengkap Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Tata Caranya

AKURAT.CO Niat puasa qadha ramadhan menjadi penting untuk dihafal, terutama bagi wanita. Dalam Islam, haid menjadi salah satu kondisi yang membatalkan puasa.
Oleh karena itu, wanita yang sedang mengalami haid diberikan keringanan oleh Allah SWT untuk tidak menjalankan ibadah puasa.
Namun, sebagai bentuk tanggung jawab, puasa yang terlewat ini wajib diganti di lain waktu setelah Ramadhan berakhir.
Mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal dikenal sebagai qadha puasa, yang berarti menunaikan ibadah yang sempat tertunda.
Untuk melaksanakannya dengan benar, penting memahami niat serta tata cara yang sesuai dengan ajaran Islam.
Sebelum menjalankan puasa pengganti, disunnahkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Niat ini mencerminkan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
Baca Juga: Indonesia Raih 1 Gelar dari 4 Turnamen, Eng Hian Sebut Pelatnas PBSI Masih Bongkar Pasang Pemain
Berikut lafaz niat qadha puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.
Tata Cara Mengganti Puasa Ramadhan Akibat Haid
Islam memberikan keleluasaan bagi wanita dalam mengganti puasa Ramadhan yang terlewat akibat haid.
Tidak ada batas waktu tertentu untuk melaksanakan qadha puasa, sehingga bisa dilakukan kapan saja sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Namun, bagaimana jika qadha puasa tertunda hingga melewati bulan Ramadhan berikutnya? Terdapat dua pandangan terkait hal ini:
1. Dosa jika menunda tanpa alasan
Jika seseorang sengaja menunda qadha puasa tanpa alasan yang mendesak hingga memasuki Ramadan berikutnya, maka hal tersebut dianggap sebagai perbuatan yang menimbulkan dosa.
2. Tidak berdosa jika ada halangan
Sebaliknya, jika ada alasan yang benar-benar menghalangi, seperti sakit berkepanjangan atau kondisi darurat lainnya, maka penundaan tersebut tidak dianggap dosa.
Mengganti puasa yang terlewat akibat haid adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap wanita Muslim.
Oleh karena itu, sebaiknya qadha puasa dilakukan secepat mungkin untuk menghindari penundaan yang tidak perlu.
Dengan memahami tata cara dan niat yang benar, ibadah ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik sesuai ajaran Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








