LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi, Tunggu Peresmian Presiden

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan jalur LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan diresmikan pada Agustus 2026. Dia pun telah mengusulkan agar Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek tersebut.
"Mengenai tanggalnya, mudah-mudahan pada bulan Agustus dan memang saya betul, saya sudah meminta untuk diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Saat ditanya apakah peresmian dipastikan berlangsung pada Agustus, Pramono belum memberikan tanggal spesifik. "Ya nanti kalau sudah mau diresmikanlah," ujarnya.
Dia menjelaskan, jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai merupakan bagian dari pengembangan LRT Jakarta yang memiliki 11 stasiun dengan nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun. Waktu tempuh dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan 28 menit, sedangkan dari Manggarai ke Dukuh Atas sekitar dua menit.
Setelah jalur tersambung hingga Dukuh Atas, perjalanan dari Kelapa Gading menuju pusat kota dapat ditempuh sekitar 30 menit. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung baru transportasi massal di Ibu Kota dengan kapasitas angkut sekitar 80 ribu penumpang per hari.
"Kalau sudah selesai dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas kurang lebih 30 menit, maka saya yakin ini merupakan backbone baru transportasi di Jakarta karena diperkirakan hariannya akan mampu menampung atau mengangkut kurang lebih 80.000 penumpang," katanya.
Kehadiran jalur baru itu akan memperkuat integrasi antarmoda transportasi. LRT Jakarta akan terhubung dengan MRT Jakarta maupun LRT Jabodebek sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.
Baca Juga: Mediasi Sengketa LRT City antara ADHI dan Konsumen, Kementerian PKP Siapkan Langkah Ini
"Baik nanti MRT, LRT Jabodebek, dan juga LRT Jakarta akan semakin terkoneksi dan mudah-mudahan ini akan membuat alternatif pilihan transportasi di Jakarta menjadi semakin baik," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memastikan nama Stasiun Pegangsaan Dua tetap akan menggunakan nama Kelapa Gading. Menurut dia, keputusan tersebut diambil agar tidak menimbulkan kebingungan setelah nantinya terdapat Stasiun Proklamasi.
"Saya sudah minta namanya digunakan Kelapa Gading. Kenapa tidak menggunakan Pegangsaan? Karena nantinya akan ada station yang namanya Proklamasi supaya tidak membingungkan," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








