Jangan Asal Bangun, Dana Obligasi Harus Dipakai untuk Kepentingan Publik

AKURAT.CO Dana hasil penerbitan obligasi daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diharapkan dapat difokuskan untuk membiayai proyek-proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sektor pelayanan publik menjadi prioritas agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh warga.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan proyek yang layak dibiayai melalui obligasi daerah meliputi pembangunan transportasi publik, infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pengendalian banjir.
"Yang paling tepat adalah proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik, seperti jalan, transportasi publik, kesehatan, pendidikan, dan pengendalian banjir. Itu manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," kata Trubus saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Obligasi Daerah Bisa Menjadi Solusi Fiskal Provinsi DKI Jakarta, Kuncinya Pengelolaan Profesional
Dia menjelaskan, sektor kesehatan masih membutuhkan perhatian karena Jakarta dinilai masih kekurangan rumah sakit untuk melayani kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Di bidang pendidikan, Trubus mendorong Pemprov Jakarta memiliki perguruan tinggi sendiri sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
"Harusnya Jakarta memiliki perguruan tinggi milik pemerintah daerah sendiri. Selama ini memang ada Universitas Negeri Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta, tetapi keduanya bukan milik Pemprov Jakarta," ucapnya.
Selain itu, dia menilai dana obligasi juga layak digunakan untuk memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan dan perluasan waduk, serta penguatan tanggul di kawasan pesisir utara Jakarta yang rentan terhadap kenaikan muka air laut.
Baca Juga: August Hamonangan Tolak Skema Obligasi Jakarta: Mayoritas Proyek Tidak Menambah PAD
"Termasuk pembangunan waduk-waduk untuk pengendalian banjir dan penguatan kawasan pesisir. Itu investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat," katanya.
Menurutnya, penggunaan obligasi daerah harus diarahkan pada proyek-proyek produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan sosial dalam jangka panjang, bukan untuk membiayai program yang bersifat konsumtif.
"Dengan demikian, masyarakat yang membeli obligasi dapat melihat secara nyata hasil pembangunan dari dana yang mereka investasikan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







