Jawa Timur Harus Jadi Role Model Nasional Desa Bersih Narkoba

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan program Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar).
Ia meminta Provinsi Jawa Timur menjadi percontohan nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Hal tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Deklarasi Jawa Timur Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Balai Budaya Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).
Menurut Yandri, narkoba telah merusak berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari ideologi, sosial, budaya, ekonomi hingga pertahanan.
“Kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Gerakan hari ini adalah gerakan konkret dan nyata. Kita hadir bersama BNN RI, Ibu Gubernur, wali kota, bupati, semuanya punya tanggung jawab yang sama. Narkoba adalah salah satu musuh terberat dunia hari ini, termasuk Indonesia,” ujar Yandri.
Ia menekankan bahwa peredaran narkoba kerap berlangsung secara senyap dan sulit terdeteksi.
“Musuh kita tidak kelihatan. Tiba-tiba sudah masuk pekarangan rumah, bahkan masuk ke darah daging keluarga kita. Operasi para bandar sangat senyap, licik, dan cerdik. Kita tidak boleh kalah,” tegasnya.
Baca Juga: Menteri PPPA Ajak Tokoh Agama Perkuat Perlindungan Anak Pasca Kasus di Ngada
Peran Kepala Daerah hingga Tokoh Desa
Yandri mengajak seluruh elemen, mulai dari bupati, wali kota, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap peredaran narkoba.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus menggerakkan program Desa Bersinar sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bebas narkoba.
“Selamat untuk Jawa Timur. Kami dari desa sangat bersyukur dengan adanya gerakan Desa Bersih Narkoba ini,” katanya.
Yandri berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ayo kita awasi keluarga kita, kampung kita, RT/RW kita, desa kita, kecamatan, kabupaten, sampai Indonesia. Dengan itu Insya Allah Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan dan Indonesia bebas dari narkoba,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga menerima penghargaan dari Kepala BNN RI atas komitmen dan kontribusinya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota DPD RI Lia Istifhama, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







