AKURAT.CO Komisi D DPRD Jakarta mendukung penuh langkah pemerintah provinsi dalam memproses pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung di RW 03/RT 04, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Upaya ini dinilai penting sebagai penguatan infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan, proses pembebasan lahan sudah ditangani dengan baik. Warga yang terdampak pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung sudah diproses menunggu pelunasan.
"Proses pembebasan lahan berjalan sangat-sangat smooth," katanya, kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).
Yuke mengungkapkan, sosialisasi pembebasan lahan telah dilakukan sejak 2025. Warga setempat juga menyambut baik rencana normalisasi dan memahami seluruh proses yang dijalankan pemerintah.
"Dengan dukungan berbagai pihak, proses normalisasi Sungai Ciliwung, khususnya di wilayah Cawang, dapat cepat direalisasi," ujarnya.
Menurut Yuke, penanganan banjir di Jakarta tidak boleh dilakukan secara parsial. Pembenahan infrastruktur seperti ini diperlukan agar warga Jakarta tidak lagi bolak-balik mengungsi saat hujan deras menerjang ibukota.
"Jika Ciliwung tuntas, minimal 40 persen permasalahan banjir di Jakarta akan teratasi, lalu dapat dilanjutkan ke sungai-sungai lainnya," jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD Jakarta, Pantas Nainggolan, menilai normalisasi Sungai Ciliwung merupakan langkah strategis pemprov dalam membenahi infrastruktur sungai sebagai sumber utama banjir.
Pantas mengapresiasi pendekatan humanis Pemprov Jakarta dalam proses pembebasan lahan.
"Mudah-mudahan dengan cara seperti itu, beberapa tahun ke depan Ciliwung tuntas. Kalau tuntas, ini bisa menjadi pilot project untuk 13 aliran sungai yang ada di Jakarta," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jakarta harus berkomitmen menuntaskan normalisasi Sungai Ciliwung agar dalam dua hingga tiga tahun ke depan kapasitas sungai kembali sesuai kebutuhan alam.
"Katakanlah 10 tahun, 20 tahun ke depan, betul-betul Jakarta sudah bebas dari musibah banjir yang bersumber dari infrastruktur sungai," ujar Pantas.