BNPB Laporkan Progres Pembangunan Huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembangunan dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari BNPB, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga dukungan BUMN dan lembaga sosial.
Sejumlah lokasi dilaporkan telah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan sesuai target.
Progres Huntara di Provinsi Aceh
Di Provinsi Aceh, BNPB membiayai pembangunan ribuan unit huntara yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan huntara didukung BNPB, kementerian/lembaga, badan sosial, dan BUMN dengan total 393 unit.
Progres pembangunan meliputi Desa Blang Awe (50 unit selesai), Desa Manyang (115 unit), Desa Meunasah (170 unit), dan Desa Geunteung (45 unit).
Sementara di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Danantara menyelesaikan 162 unit, Kementerian PUPR membangun 168 unit, dan Dompet Dhuafa 63 unit.
Di Kabupaten Pidie, pembangunan huntara menggunakan tanah desa dengan pendanaan BTT Kabupaten Pidie. Sebanyak 12 unit dilaporkan telah selesai dibangun.
Baca Juga: Terungkap! Guru SD Diduga Cabuli 25 Murid, DPR Peringatkan Dampak Trauma Jangka Panjang
Kabupaten Nagan Raya mengusulkan empat titik lokasi huntara, salah satunya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sebanyak 609 unit, dengan 30 unit telah selesai.
Di Kota Lhokseumawe, BNPB membangun 67 unit huntara. Progresnya meliputi Kecamatan Muara 1 (15 unit selesai), Banda Sakti (1 unit proses), Muara Dua (1 unit proses), dan Blang Mangat (10 unit selesai).
Di Kabupaten Bener Meriah, BNPB membangun 1.914 unit huntara.
Sejumlah kecamatan mencatat progres signifikan, antara lain Pintu Rime Gayo (50 unit selesai), Wih Pesam (32 unit), Permata (33 unit), Mesidah (15 unit), Syiah Utama (44 unit), dan Bukit (26 unit). Kecamatan lainnya masih berjalan sesuai target.
Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun 2.592 unit huntara insitu yang tersebar di berbagai kecamatan.
Puluhan unit telah selesai di Kecamatan Madat, Julok, Pante Bidari, Peureulak Barat, Simpang Ulim, Banda Alam, Peureulak, Ranto Peureulak, Peunaron, dan Idi Rayeuk.
Selain itu, terdapat 821 unit huntara komunal hasil pendanaan BNPB dan Danantara yang sebagian besar masih dalam proses.
Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, BNPB membangun 1.950 unit huntara, terdiri dari 455 unit huntara insitu dan 1.495 unit huntara terpusat.
Selain itu, pembangunan tahap pertama oleh kementerian dan swasta mencapai 700 unit, dengan sebagian telah rampung.
Progres Huntara di Provinsi Sumatera Utara
Di Kabupaten Tapanuli Utara, BNPB membangun 40 unit huntara di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Sebanyak 30 unit telah selesai dan ditargetkan rampung 100 persen pada akhir Januari 2026.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan huntara terpusat mencapai 683 unit di beberapa desa, dengan sebagian besar telah selesai.
Selain itu, pembangunan huntara mandiri tercatat sebanyak 133 unit, dengan progres bervariasi di sejumlah kecamatan.
Baca Juga: Banjir Terus Berulang, Pemprov Jakarta Harus Segera Benahi Daerah Aliran Sungai
Progres Huntara di Provinsi Sumatera Barat
Di Kabupaten Agam, pembangunan huntara mencapai 437 unit. Sejumlah lokasi seperti SDN 05 Kayu Pasak Palembayan dan Padang Ganting telah rampung, sementara lokasi lain masih dalam proses.
Di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan 64 unit huntara dilakukan di beberapa nagari, dengan sebagian telah selesai oleh TNI, masyarakat, dan PT Nindya Karya.
Di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara sebanyak 64 unit dilaksanakan dalam dua tahap dan sebagian besar telah selesai dikerjakan oleh Brimob.
Sementara di Kabupaten Lima Puluh Kota, TNI membangun 60 unit huntara di Kecamatan Gunung Omeh, dengan 34 unit telah selesai.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan 62 unit huntara dilakukan dalam dua tahap, dengan sebagian besar unit telah rampung.
BNPB memastikan pembangunan huntara terus dipercepat agar warga terdampak bencana dapat segera menempati hunian layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










