Akurat

Banjir Terus Berulang, Pemprov Jakarta Harus Segera Benahi Daerah Aliran Sungai

Citra Puspitaningrum | 24 Januari 2026, 22:18 WIB
Banjir Terus Berulang, Pemprov Jakarta Harus Segera Benahi Daerah Aliran Sungai

AKURAT.CO Upaya penanggulangan banjir di Jakarta memasuki fase krusial. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, perlu segera mengambil keputusan tegas untuk membersihkan daerah aliran sungai (DAS), sebagai langkah mendasar mengatasi banjir yang terus berulang.

"Penanggulangan banjir tidak bisa lagi setengah-setengah. Pemerintah harus berani membersihkan daerah aliran sungai secara menyeluruh," kata Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto atau yang akrab disapa SGY, saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir Jakarta adalah menyempit dan dangkalnya sungai akibat sedimentasi, sampah, serta bangunan di bantaran sungai. Kondisi ini membuat kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: PIK2 Hadirkan Dapur Umum, Jaga Asa Warga Tangerang di Tengah Banjir

"Selama bantaran sungai masih dipenuhi bangunan dan sampah, banjir akan terus berulang setiap musim hujan," ujarnya.

SGY menilai, berbagai langkah yang selama ini dilakukan, seperti pengerahan pompa air, pengerukan terbatas, dan operasi modifikasi cuaca, belum menyentuh akar persoalan. Penataan daerah aliran sungai harus menjadi prioritas utama kebijakan pengendalian banjir.

"Pompa dan teknologi itu penting, tapi sifatnya jangka pendek. Akar masalah banjir Jakarta ada pada sungai yang menyempit dan dangkal," jelasnya.

Baca Juga: Pengerukan hingga Penertiban Bantaran Kali Cakung Lama Jadi Keharusan untuk Tangani Banjir

Dia juga menyoroti pentingnya keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan politik, termasuk menertibkan bangunan di bantaran sungai yang melanggar aturan.

"Ini sudah saatnya kepala daerah mengambil keputusan tegas. Membersihkan DAS adalah kunci utama untuk mengembalikan fungsi sungai," katanya.

Tanpa ketegasan dalam kebijakan penataan daerah aliran sungai, penanganan banjir di Jakarta akan terus bersifat reaktif. "Keputusan politik yang tegas sangat dibutuhkan. Tanpa itu, penanganan banjir hanya akan terus berulang dan tidak pernah tuntas," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.