PIK2 Hadirkan Dapur Umum, Jaga Asa Warga Tangerang di Tengah Banjir

AKURAT.CO Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah Jakarta dan Kabupaten Tangerang tak hanya menyisakan genangan air, tetapi juga melumpuhkan aktivitas harian warga.
Rumah terendam, akses jalan terputus, dan dapur keluarga tak lagi dapat digunakan. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan paling mendasar—makanan—menjadi hal yang paling dirindukan masyarakat terdampak.
Menjawab situasi itu, PIK2 melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bekerja sama dengan Masjid Al-Ikhlas PIK menghadirkan Dapur Umum Siaga Bencana bagi warga Kecamatan Teluknaga dan sekitarnya, Jumat (23/1/2026).
Dapur umum ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan makanan layak di tengah keterbatasan akibat banjir.
Selain memproduksi makanan siap saji, dapur umum juga mengatur distribusi bantuan secara cepat dan terkoordinasi agar tepat sasaran.
Bagi warga terdampak, seporsi makanan hangat bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan harapan di tengah bencana.
Baca Juga: Charger HP Cepat Rusak Akibat Kebiasaan Melilit Kabel dan Penggunaan Saat Mengisi Daya
Program dapur umum ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah berjalan sejak 12 Januari 2026.
Saat itu, CSR PIK2 mulai melayani masyarakat di wilayah Teluknaga, Kosambi, dan Pakuhaji.
Dengan pendekatan berkelanjutan, dapur umum tidak hanya hadir saat kondisi darurat, tetapi menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih terencana.
“Semoga bantuan dapur umum ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas PIK, Eka Agus.
Melalui langkah ini, Agung Sedayu Group menegaskan komitmennya bahwa pembangunan kawasan harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
Di tengah bencana, solidaritas menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan dan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










