Akurat

Tambah Pompa Air, Pramono Optimis Banjir di Rawa Buaya Segera Surut

Wahyu SK | 24 Januari 2026, 13:57 WIB
Tambah Pompa Air, Pramono Optimis Banjir di Rawa Buaya Segera Surut

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta mempercepat penanganan banjir di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, dengan menambah jumlah pompa air dan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini diambil untuk menekan curah hujan dan mempercepat surutnya air di sejumlah titik terdampak.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air untuk mengoperasikan pompa tambahan di lokasi terdampak banjir.

"Tadi saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Sekarang total ada tujuh pompa yang beroperasi di lokasi ini," kata Pramono saat meninjau pengungsi terdampak banjir di Rawa Buaya, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Pramono, pengendalian tinggi muka air menjadi kunci utama agar genangan segera surut. Ia menyebut batas aman berada di angka tertentu.

Baca Juga: Penanganan Banjir di Jakarta Butuh Pendekatan Struktural dan Berkelanjutan

"Batas aman itu 310. Kalau sudah sampai 310, saya yakin di tempat ini dan titik-titik lain airnya akan surut," ujarnya.

Selain mengandalkan pompa air, pemprov juga melanjutkan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya.

Pramono menargetkan OMC berjalan optimal agar warga terdampak dapat segera kembali ke rumah.

"OMC kita lanjutkan. Minimal dua, maksimal tiga. Supaya curah hujan bisa ditekan dan masyarakat yang mengungsi bisa segera kembali ke rumahnya," ujarnya.

Pemprov Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga.

Di lokasi pengungsian Rawa Buaya, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir Jakarta Utara Menggila, Pramono Anung Instruksikan Normalisasi Kali Cakung Lama

Pramono memastikan kondisi pengungsi dalam keadaan baik, serta kebutuhan logistik dan kesehatan terpenuhi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.