Sumur Bor Alirkan Air Berkualitas Tinggi, Pulihkan Asa dan Senyum Warga Aceh Tamiang

AKURAT.CO Beroperasinya sumur bor bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi harapan baru bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih pascabanjir.
Di halaman Puskesmas Karang Baru, suara mesin pompa air yang mengalirkan air jernih dari kedalaman tanah seolah menjadi penanda dimulainya kembali kehidupan yang lebih normal bagi masyarakat sekitar.
Ini merupakan bagian dari program pembangunan 66 titik sumur bor di tiga provinsi terdampak banjir Sumatera. Dari jumlah tersebut, 8 lokasi telah rampung dan langsung dimanfaatkan warga, termasuk di Aceh Tamiang.
Dengan kedalaman rata-rata mencapai 100 meter, sumur bor ini dilengkapi pompa submersible, rumah tenaga listrik, serta toren berkapasitas 1.000 liter.
Kualitas airnya pun telah memenuhi standar utama dengan pH 7,1, kadar besi di bawah 1 mg/L dan tingkat kekeruhan di bawah ambang batas.
Sejak sumur bor mulai beroperasi, warga tampak silih berganti datang membawa ember, jeriken hingga galon. Petugas PU terlihat membantu mengangkat ember-ember penuh air ke rumah warga.
Baca Juga: Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Mendagri Serahkan Ratusan Gerobak Dorong hingga Bantuan Makanan
Suasana ceria dan rasa lega terpancar dari wajah warga yang selama ini harus membeli air atau bergantung pada bantuan.
Jasinar, salah seorang warga Aceh Tamiang, mengaku kehadiran sumur bor ini sangat membantu kehidupan sehari-hari.
"Sudah seminggu ini kami kemarin beli air satu tangki, dimasukkan ke bak, sekarang sudah habis. Makanya ada ini alhamdulillah, kami bersyukur. Air sumur bor ini kualitasnya bagus, dipakai masak, cuci piring, mandi," jelasnya sambil menunggu embernya terisi penuh, pada Kamis (22/1/2026).
Tak hanya untuk warga, sumur bor ini juga memberi manfaat besar bagi fasilitas kesehatan.
Staf Puskesmas Karang Baru, Sugiarto, mengatakan, sebelumnya air bersih di puskesmas sangat terbatas.
"Sebelumnya air minum cuma dari bantuan, minuman botolan dari posko-posko. Kalau mandi ada sumur tanah, kadang tekor, nggak ada air di sana, jadi kekurangan air," katanya.
Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Mulai Tempati Hunian Sementara, Anak-anak Kembali Tertawa
Ia menambahkan, ke depan air dari sumur bor ini akan diolah agar bisa langsung diminum oleh masyarakat.
"Sumur bor ini nanti akan digunakan untuk air minum. Ada instalasinya, jadi nggak perlu direbus. Airnya keluar jernih dan penuh, semburannya kuat dan bersih," ujar Sugiarto.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebelumnya menegaskan bahwa pemulihan layanan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar pascabencana.
Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal serta mendukung pemulihan kesehatan dan lingkungan.
Bagi warga Aceh Tamiang, sumur bor ini bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol harapan untuk bangkit dan melanjutkan hidup dengan lebih layak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






