Akurat

FTUI Turun ke Aceh Tengah, Salurkan Bantuan dan Siapkan Mitigasi Pascabanjir Bandang

Herry Supriyatna | 22 Januari 2026, 13:00 WIB
FTUI Turun ke Aceh Tengah, Salurkan Bantuan dan Siapkan Mitigasi Pascabanjir Bandang

AKURAT.CO Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melalui Satuan Tugas Kebencanaan melaksanakan misi kemanusiaan ke Desa Kala Segi dan Desa Toweren, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam penanganan serta pemulihan pascabencana banjir bandang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dan melibatkan kolaborasi dengan Posko Rakyat Aceh Tengah serta Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI).

Dalam kunjungan tersebut, FTUI menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Di Desa Kala Segi, bantuan berupa alat tulis dan perlengkapan kebersihan diberikan untuk mendukung pemulihan aktivitas pendidikan dan lingkungan.

Sementara itu, warga Desa Toweren menerima bantuan mesin pemotong kayu yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama untuk mendukung rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan ekonomi masyarakat.

Selain penyaluran bantuan, tim Satgas Kebencanaan FTUI juga melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lokal.

Langkah ini bertujuan mengidentifikasi potensi kontribusi FTUI dalam fase pemulihan jangka menengah dan panjang berbasis keilmuan, teknologi, dan keahlian multidisiplin.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, FTUI menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang diwakili Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.S.P., bersama Kepala Dinas PUPR, Pijas Visara, S.T.

Pertemuan tersebut membahas hasil awal dan rencana asesmen terkait fenomena sinkhole serta potensi longsor di sejumlah wilayah terdampak.

Diskusi juga menyoroti pentingnya analisis kondisi tanah dan geologi sebagai dasar penguatan mitigasi bencana ke depan.

Selain aspek kebencanaan, pembahasan turut mencakup penataan kawasan di luar wilayah Danau Laut Tawar dengan memperhatikan prinsip keselamatan, tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Yunani, Dua Orang Tewas di Athena dan Peloponnese

Potensi pengembangan pariwisata Danau Laut Tawar yang terintegrasi dengan perencanaan wilayah serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pemerintah daerah juga menjadi agenda diskusi.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi kolaborasi dengan ILUNI FTUI, khususnya dalam pendampingan teknis dan penerapan mitigasi bencana secara berkelanjutan.

“Kami menyambut baik keterlibatan Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tidak hanya hadir dengan bantuan kemanusiaan, tetapi juga dengan pendekatan keilmuan dan teknologi. Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan Aceh Tengah yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menyapu permukiman dan area persawahan di empat desa, yakni Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, dan Toweren Uwaq.

Kerusakan fasilitas serta terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama dalam dialog antara FTUI, warga, dan pengelola posko yang berlangsung di meunasah setempat.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Mesin dan alat yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat yang membutuhkan. Pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi, solidaritas, serta pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kemas juga meninjau rumah adat di Desa Toweren yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bangunan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat dan memerlukan perhatian khusus agar tetap terlindungi dalam proses pemulihan wilayah.

Sebagai tindak lanjut, akademisi FTUI merencanakan analisis kondisi tanah di sejumlah lokasi terdampak, menyusul kekhawatiran warga terkait kestabilan tanah pascabanjir.

Beberapa wilayah, seperti Umang Isaq, Serule, serta kawasan Pondok Balek di Kecamatan Ketol, dilaporkan mengalami retakan dan lubang besar yang berpotensi memicu bencana susulan.

Analisis tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi teknis terkait keamanan permukiman dan mitigasi risiko di masa mendatang.

Diskusi bersama warga dan pemangku kepentingan setempat juga melahirkan gagasan pembentukan Posko Alumni Universitas Indonesia di Takengon sebagai wadah keterlibatan alumni UI dalam mendukung penanganan kebencanaan secara berkelanjutan di Aceh Tengah.

Baca Juga: Menaker Yassierli: KHL Jadi Kunci Menutup Jurang Upah Antar Daerah

Melalui rangkaian kegiatan ini, FTUI menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi serta memulihkan dampak bencana secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.