Rano Karno Mau Bangun Monorel ke Ragunan, Komisi D DPRD: Belum Ada Alokasi Anggaran

AKURAT.CO Komisi D DPRD Jakarta memastikan belum ada alokasi anggaran untuk wacana pembangunan monorel menuju kawasan Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan.
"Sampai saat ini belum ada anggaran khusus untuk monorel Ragunan dalam APBD," kata Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Yuke menjelaskan, perencanaan yang tercantum saat ini masih sebatas penataan dan revitalisasi kawasan TMR. Bahkan, program tersebut pun masih berada pada tahap awal perencanaan dan desain.
Baca Juga: Pembongkaran Tiang Monorel Dukung Penataan Jakarta Menuju Kota Global
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, realisasi fisik pembangunan monorel belum berjalan dan masih memerlukan pembahasan lanjutan, termasuk soal skema pembiayaan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan APBD Jakarta menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhitungkan.
"Realisasi fisiknya belum berjalan. Ke depan, rencana ini akan dibahas lebih detail, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak lain, mengingat keterbatasan APBD," jelasnya.
Dia menyebutkan, opsi pembiayaan alternatif atau creative financing dapat menjadi solusi, selama tidak merugikan pemerintah daerah dan tidak menimbulkan persoalan terhadap aset milik Pemprov Jakarta.
"Alternatifnya, pembiayaan atau creative financing menjadi penting, selama tidak merugikan pemerintah daerah dan aman bagi aset-aset Jakarta," ucapnya.
Meski demikian, dia menekankan pembahasan pembangunan monorel Ragunan harus didahului dengan perencanaan dan kajian yang matang, terutama terkait fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat.
"Tentu harus dilihat dulu perencanaannya dan kajiannya. Jika secara jalur dan fungsi bisa membantu mengurangi kemacetan serta meningkatkan akses masyarakat ke Taman Margasatwa Ragunan, tentu akan kita bahas," pungkasnya.
Baca Juga: Pembongkaran Tiang Monorel, Keamanan Pengendara dan Arus Lalu Lintas Jadi Perhatian Utama
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyampaikan rencana pembangunan monorel menuju kawasan TMR sebagai upaya meningkatkan akses transportasi publik bagi warga yang ingin berkunjung.
"Ada rencana Ragunan itu kita akan bikin semacam kereta monorel," kata Rano kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, kehadiran monorel tidak hanya diharapkan mengurai kemacetan, tetapi juga mengurangi polusi karena moda transportasi tersebut tidak menghasilkan emisi.
Selain itu, Pemprov Jakarta juga merencanakan pemanfaatan Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan sebagai area parkir bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi. "Jadi nanti parkirnya di Buperta, lalu pengunjung ke Ragunan naik monorel," ujarnya.
Rano menambahkan, jalur monorel rencananya akan diteruskan hingga kawasan Setu Babakan. Dia memastikan, pembangunan monorel tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap satwa di dalam kawasan TMR.
"Nanti orang-orang kalau mau ke Ragunan naik monorel. Karena selain tidak ada emisi, juga tidak mengganggu hewan-hewan yang ada," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









