Akurat

Pembongkaran Tiang Monorel Dukung Penataan Jakarta Menuju Kota Global

Citra Puspitaningrum | 8 Januari 2026, 19:46 WIB
Pembongkaran Tiang Monorel Dukung Penataan Jakarta Menuju Kota Global

 

AKURAT.CO Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membongkar tiang-tiang monorel yang mangkrak, dinilai dapat memperbaiki estetika sekaligus mendukung penataan Jakarta menuju kota global. Tiang monorel yang terbengkalai selama puluhan tahun, dinilai merusak wajah kota karena tidak berfungsi.

Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, berharap pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said sejalan dengan pembenahan jalan-jalan protokol agar Jakarta menjadi lebih rapi, indah, dan terbebas dari kemacetan.

"Komisi D berharap pembenahan jalan-jalan protokol pada 2026 bisa menjadikan Jakarta lebih rapi, indah, dan tidak menimbulkan kemacetan," kata Yuke saat diwawancarai di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Pembongkaran Tiang Monorel, Keamanan Pengendara dan Arus Lalu Lintas Jadi Perhatian Utama

Anggota DPRD Jakarta dari daerah pemilihan (Dapil) Jakarta Selatan itu menegaskan, kerapian dan keindahan kota menjadi tuntutan yang harus dipenuhi seiring perubahan status Jakarta agar sejajar dengan kota-kota modern dunia. 

"Penataan kota pada 2026 harus dilakukan secara masif demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan," ujarnya.

Yuke menyoroti masih adanya ketimpangan penataan di sejumlah ruas jalan, salah satunya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut dia, di beberapa titik masih terlihat perbedaan kondisi jalan antara sisi yang sudah ditata dan yang belum.

"Kami terus melakukan monitoring, baik terkait kemacetan, kerusakan jalan, maupun faktor lain yang memengaruhi pengguna jalan. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi kesulitan akibat kemacetan saat beraktivitas sehari-hari," katanya.

Sejalan dengan itu, dia mengusulkan agar penataan Jalan HR Rasuna Said, termasuk pembongkaran tiang monorel, berjalan lancar dan terkoordinasi. Dua meminta dinas terkait melakukan langkah antisipasi, seperti rekayasa lalu lintas dan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga: Jelang Pembongkaran Tiang Monorel, Personel Gabungan Tertibkan PKL di Rasuna Said

"Jangan sampai juga ada pekerjaan bongkar-gali secara bersamaan di sepanjang ruas jalan Rasuna Said saat pembongkaran tiang monorel," jelasnya.

Selain itu, Yuke meminta Pemprov Jakarta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama proses pembongkaran berlangsung.

"Sosialisasi sangat penting karena pembongkaran tiang monorel berpotensi menimbulkan kemacetan. Ditambah faktor cuaca yang tidak menentu, jangan sampai menimbulkan genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Yuke menyebut Komisi D DPRD Jakarta hingga kini masih menunggu rapat kerja dan penjelasan teknis dari Dinas Bina Marga, terutama terkait strategi pengendalian kemacetan dan dampak lain selama proses pembongkaran tiang monorel. Lalu tantangan berikutnya adalah menciptakan ruang kota yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

"Ke depan, yang perlu kita dorong adalah perbaikan pedestrian di jalan-jalan protokol seperti Jalan Rasuna Said. Pejalan kaki harus bisa menikmati Jakarta dengan nyaman dan aman, sementara pengendara roda dua dan roda empat juga tetap lancar, termasuk tersedianya jalur sepeda," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.