Akurat

Revitalisasi Pasar di Jakarta Tidak Efektif, Pasar Tumpah Bikin Kios Pedagang Sepi

Wahyu SK | 15 Januari 2026, 17:36 WIB
Revitalisasi Pasar di Jakarta Tidak Efektif, Pasar Tumpah Bikin Kios Pedagang Sepi

AKURAT.CO Program revitalisasi pasar di Jakarta yang dikelola Perumda Pasar Jaya menuai keluhan para pedagang.

Sejumlah pedagang yang telah menempati kios resmi mengaku sepi pembeli akibat maraknya pasar tumpah di sekitar area pasar.

Keberadaan pasar tumpah membuat arus pembeli beralih ke lapak-lapak liar yang beroperasi di badan jalan dan trotoar.

Kondisi ini dinilai merugikan pedagang kios yang telah membayar sewa dan mengikuti aturan pengelolaan pasar.

Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto, menilai keberadaan pasar tumpah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga: Pasar Pramuka Direvitalisasi, Perumda Pasar Jaya Beri Keringanan Sewa untuk Pedagang

Menurutnya, program revitalisasi pasar akan sia-sia jika Pemerintah Provinsi Jakarta tidak menertibkan pasar tumpah yang tumbuh subur.

"Ini harus dibereskan. Percuma pasar direvitalisasi kalau pasar tumpah dibiarkan. Pembeli pasti memilih yang paling mudah diakses," kata Sugiyanto, saat dihubungi wartawan, Kamis (15/1/2026).

Dia menyebut penanganan pasar tumpah harus melibatkan seluruh unsur pemerintahan di wilayah.

Sugiyanto meminta lurah dan camat berperan aktif melakukan pengawasan, sementara Satpol PP harus mengambil langkah penindakan tegas terhadap lapak-lapak liar.

"Tidak bisa hanya Pasar Jaya yang bekerja. Lurah, camat sampai Satpol PP harus turun tangan. Kalau tidak ada penindakan, pedagang kios akan terus dirugikan," jelasnya.

Baca Juga: Perumda Pasar Jaya Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Korban Kebakaran Manggarai

Sugiyanto menambahkan, penertiban lapak-lapak liar menjadi kunci agar revitalisasi pasar di Jakarta benar-benar berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan pedagang resmi.

"Penertiban lapak-lapak liar pasar tumpah harus dikawal dan menjadi perhatian bersama," katanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.