Akurat

Pramono Duga Tawuran Manggarai Dipicu Kesengajaan Pihak yang Membenturkan Warga

Citra Puspitaningrum | 5 Januari 2026, 21:57 WIB
Pramono Duga Tawuran Manggarai Dipicu Kesengajaan Pihak yang Membenturkan Warga

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menduga tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dipicu oleh pihak tertentu yang sengaja membenturkan warga. 

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kini menelusuri dugaan tersebut untuk memastikan akar persoalan yang sebenarnya.

"Kami menduga memang ada yang membenturkan. Tetapi nanti secara spesifik saya minta untuk Wali Kota yang menjelaskan," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Komisi E DPRD Jakarta Minta Penanganan Tawuran Lebih Tegas, Usul Bansos Pelaku Tawuran Dicabut

Di sisi lain, Ketua Komisi E DPRD Jakarta, KH M Subki, menilai penyelesaian tawuran di Manggarai bukan persoalan sederhana. Menurutnya, aksi kekerasan antarwarga tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi faktor psikologis dan kondisi ekonomi masyarakat.

"Masalah tawuran ini tidak sederhana. Di dalamnya ada persoalan psikologi, juga kondisi ekonomi masyarakat," ujar Subki.

Dia menegaskan, penanganan tawuran harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dia menilai, upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan, baik kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca Juga: Polres Jakpus Tangkap Enam Pemuda Hendak Tawuran, Sejumlah Senjata Tajam Disita

"Semua pihak harus mengambil tanggung jawab, mulai dari pemerintah hingga tokoh agama dan masyarakat. Terutama peran orang tua yang memiliki kewajiban mengelola dan membina kondisi rumah tangga masing-masing," katanya.

Selain pendekatan sosial, Subki juga menekankan pentingnya ketegasan aparat dalam penegakan hukum. Dia meminta penindakan dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu agar menimbulkan efek jera.

"Selain faktor ekonomi, pendidikan juga menjadi bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mencegah terjadinya tawuran," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.