Akurat

Prediksi Cuaca Desember 2025: Ini Daftar Wilayah Paling Rawan Banjir Menurut BMKG

Kosim Rahman | 27 November 2025, 13:45 WIB
Prediksi Cuaca Desember 2025: Ini Daftar Wilayah Paling Rawan Banjir Menurut BMKG

AKURAT.CO Wilayah rawan banjir Desember 2025 kini menjadi perhatian publik setelah muncul peringatan resmi dari pihak meteorologi terkait peningkatan risiko bencana.

BMKG menyampaikan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu intensitas hujan tinggi di berbagai daerah.

Musim hujan yang memasuki puncaknya pada Desember 2025 diprediksi membawa curah hujan yang jauh lebih tinggi dari biasanya.

Bencana banjir berpotensi terjadi seiring meningkatnya curah hujan harian, banjir bandang, hingga risiko longsor yang ikut mengancam sejumlah wilayah.

Berdasarkan analisis terbaru, Desember 2025 diprediksi menjadi salah satu bulan dengan intensitas hujan tertinggi sepanjang tahun, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Akan Melanda di Tahun 2026, Peluang Besar Asuransi Parametrik untuk Petani Indonesia

BMKG mencatat curah hujan bulanan berpotensi melampaui 300 mm, sedangkan curah hujan per dasarian (10 hari) dapat mencapai lebih dari 150 mm.

Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer aktif, menguatnya monsun Asia, serta meningkatnya wilayah yang telah memasuki musim hujan hingga lebih dari 70 persen zona musim (ZOM).

Dikutip dari Kompas, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa puncak musim hujan berlangsung dari November 2025 hingga awal 2026, sehingga Desember menjadi periode dengan peluang hujan lebat, petir, angin kencang, hingga potensi puting beliung.

Wilayah yang Diprediksi Paling Rawan Banjir

Menurut BMKG, beberapa daerah masuk kategori risiko tinggi terhadap banjir, banjir bandang, hingga genangan luas akibat kombinasi intensitas hujan tinggi, kondisi geografis, dan volume aliran sungai.

Berikut wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi:

  • Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur

Tiga provinsi ini menjadi prioritas kewaspadaan mengingat proyeksi curah hujan tertinggi secara nasional. Risiko luapan sungai, genangan kawasan rendah, dan banjir kota meningkat signifikan.

Baca Juga: Solusi Kulit Rentan Kering dan Sensitif Karena Cuaca, Innisfree Hadirkan Green Tea Ceramide Milk Essence

  • Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung bagian barat–selatan

Penguatan monsun Asia dan angin baratan meningkatkan hujan orografis di wilayah pesisir barat dan pegunungan Bukit Barisan, sehingga peluang banjir bandang sangat tinggi.

  • Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah

BMKG menyebut kedua wilayah ini berpotensi mengalami hujan merata sepanjang Desember, sehingga risiko luapan sungai besar hingga banjir perkotaan meningkat.

  • Sulawesi Barat dan sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan

Pola hujan berdurasi panjang memicu peluang banjir lokal dan banjir bandang pada daerah aliran sungai dari kawasan pegunungan.

Daerah Pegunungan Paling Rentan Longsor

Selain banjir, BMKG memperingatkan risiko longsor di wilayah pegunungan yang tanahnya sudah jenuh air karena intensitas hujan harian yang tinggi.

Daerah yang perlu mewaspadai longsor meliputi:

  • Pegunungan Bukit Barisan
  • Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bagian pegunungan
  • Pegunungan Sulawesi
  • Beberapa lereng curam di NTT dan NTB

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sumut: 25 Tewas, Akses Utama Lumpuh Total

BMKG juga mencatat adanya risiko cuaca ekstrem tambahan seperti gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Imbauan BMKG untuk Pemerintah dan Masyarakat

BMKG meminta pemerintah daerah mengaktifkan mitigasi dan rencana kontinjensi hidrometeorologi melalui langkah berikut:

  • Memperbaiki dan membersihkan drainase kota
  • Memetakan dan memeriksa zona rawan longsor
  • Menyiapkan logistik di wilayah rentan bencana

Sementara masyarakat diminta menghindari area sungai saat hujan lebat, memantau peringatan dini BMKG, serta lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem hingga awal 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.