Akurat

Pemda Diminta Siaga Jelang Nataru: Harga Bawang, Cabai, Telur Diprediksi Naik

Herry Supriyatna | 24 November 2025, 22:02 WIB
Pemda Diminta Siaga Jelang Nataru: Harga Bawang, Cabai, Telur Diprediksi Naik

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, meminta pemerintah daerah (pemda) mewaspadai potensi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga November, bawang merah, cabai merah, dan telur ayam ras tercatat sebagai komoditas yang paling banyak mengalami lonjakan di berbagai daerah.

“Pemerintah daerah perlu mewaspadai tren kenaikan harga bahan pangan, serta selalu melakukan monitoring berbasis data yang aktual,” ujar Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan evaluasi Program 3 Juta Rumah, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Ia menyoroti sejumlah provinsi dengan inflasi tertinggi, yakni Sumatera Utara 4,97 persen, Riau 4,95 persen, Aceh 4,66 persen, Sumatera Barat 4,52 persen, Sulawesi Tengah 3,92 persen, dan Jambi 3,71 persen.

Meski inflasi nasional Oktober 2025 masih berada dalam target 2,86 persen, Pemda diminta tetap waspada terhadap tekanan harga.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital

Selain pangan, Wiyagus menilai lonjakan harga emas perhiasan juga turut memicu inflasi, seiring kenaikan harga internasional yang membuat harga emas domestik menembus Rp2.237.000 per gram.

Laporan World Gold Council menunjukkan dua dari tiga warga Indonesia memilih emas sebagai instrumen investasi.

Untuk menjaga stabilitas harga, ia mendorong Pemda memperkuat koordinasi lintas daerah dan stakeholder melalui peningkatan produksi pangan, pengamanan pasokan, operasi pasar, hingga kerja sama antarwilayah yang memiliki surplus komoditas.

“Langkah taktis yang terkoordinasi perlu segera ditindaklanjuti di lapangan,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.