Akurat

Pemerintah dan EIGER Adventure Land Bergerak: Menanam Pohon untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Oktaviani | 23 November 2025, 08:53 WIB
Pemerintah dan EIGER Adventure Land Bergerak: Menanam Pohon untuk Perkuat Mitigasi Bencana

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama unsur pentaheliks menggelar penanaman bibit pohon serentak di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, Jumat (21/11/2025).

Puncak kegiatan berlangsung di EIGER Adventure Land, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Penanaman Vegetasi untuk Mitigasi Bencana.

Di Jawa Barat saja, sebanyak 123.320 bibit ditanam bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Sedunia.

Program ini sejalan dengan agenda pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan lingkungan, merehabilitasi lahan kritis, mengembangkan infrastruktur hijau, sekaligus menjaga ekosistem hulu sebagai fondasi mitigasi bencana nasional.

Acara tersebut dihadiri Menko PMK Pratikno, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Forkopimda, serta Direktur Utama EIGER Adventure Land Imanuel Wirajaya.

Penanaman dilakukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga komunitas.

Pratikno menyoroti meningkatnya frekuensi bencana dan buruknya tata kelola lingkungan. Dalam satu tahun terakhir, Jawa Barat mencatat 389 kejadian bencana yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan longsor.

Banyak wilayah lereng dan daerah aliran sungai (DAS) dinilai masih minim vegetasi berakar keras, sehingga rentan longsor dan sedimentasi.

Baca Juga: Di KTT G20 Afrika Selatan, Gibran Tegaskan Indonesia Jadi Motor Negara Berkembang

Kepala BNPB, Suharyanto, yang bergabung secara daring dari Wonosobo, menegaskan, dari sekitar 3.000 bencana di Indonesia setiap tahun, 93 persen merupakan bencana hidrometeorologi basah.

Karena itu, penanaman vegetasi bernilai ekologis dan ekonomis menjadi langkah penting jangka panjang dalam menjaga ekosistem dan keselamatan warga.

Medrilzam dari Bappenas menambahkan, kerugian akibat bencana di Indonesia mencapai Rp22 triliun per tahun, sementara luas lahan kritis nasional mencapai 12,3 juta hektare—sekitar 811 ribu hektare di antaranya berada di DAS Ciliwung dan Citarum.

Keberadaan kawasan konservasi seperti EIGER Adventure Land dinilai berperan penting dalam menjaga suplai air dan stabilitas tanah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi atas pemilihan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah.

Selain di EIGER Adventure Land, penanaman pohon juga dilakukan di sembilan lokasi dan sepanjang DAS Cikeas, Ciliwung, serta sejumlah titik lain.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, BNPB, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ketahanan lingkungan.

Sebagai kawasan hulu DAS Ciliwung, EIGER Adventure Land diharapkan menjadi contoh praktik konservasi yang berdampak langsung pada ekosistem dan masyarakat.

Menko PMK, Pratikno, menekankan, pengelolaan lingkungan di daerah hulu menentukan keselamatan sekitar 3,5 juta penduduk yang tinggal di sepanjang DAS Ciliwung.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan model ekowisata yang berpihak pada restorasi ekologis.

Melalui kolaborasi pentaheliks, kawasan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa pariwisata dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 23 November 2025: Mayoritas Stabil!

EIGER, yang telah lebih dari 36 tahun bergerak di dunia petualangan alam, membangun EIGER Adventure Land sejak 2017 di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta lahan kritis PTPN I Regional 2.

Hingga kini, kawasan tersebut telah menanam lebih dari 100 ribu pohon dan 8 juta tanaman semak untuk memulihkan ekosistem dan memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.