Akurat

EIGER Adventure Land Tanam 100.000 Pohon dan Hidupkan Ribuan Warga Lokal

Oktaviani | 17 November 2025, 16:10 WIB
EIGER Adventure Land Tanam 100.000 Pohon dan Hidupkan Ribuan Warga Lokal

AKURAT.CO Temuan 411 lubang penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Jawa Barat) menjadi alarm keras atas ancaman kerusakan lingkungan dan potensi bencana ekologis.

Situasi ini menegaskan urgensi beralih dari industri ekstraktif menuju model ekonomi hijau yang menumbuhkan, bukan menguras, sumber daya alam.

Dalam agenda transisi menuju ekonomi hijau, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya pembangunan berbasis keberlanjutan dan pemulihan lingkungan.

“Ekonomi hijau dan biru harus dioptimalkan dengan menjaga keberlanjutan sumber daya, memperkuat kedaulatan negara, sekaligus melindungi lingkungan hidup,” ujar Menteri Hanif.

Di Megamendung, Kabupaten Bogor, lahan negara yang pernah dikuasai secara ilegal kini menjadi contoh pemulihan lingkungan yang berhasil melalui investasi hijau EIGER Adventure Land.

Kawasan yang dahulu dipenuhi sengketa dan perambahan kini berubah menjadi ruang ekowisata yang menghadirkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi.

Camat Megamendung, Ridwan, mengingat masa pasca-1998 ketika penyerobotan lahan marak terjadi.

Baca Juga: Menteri Hanif: Indonesia Pimpin ITPC sebagai Komando Global Lindungi Gambut

“Dulu ada penggundulan dan sengketa tanah. Tapi sejak 2023, tidak ada lagi laporan konflik. Investasi masuk justru membawa dampak positif,” ujarnya.

Menurutnya, setidaknya ada empat manfaat utama:

  1. Lahan negara kembali dikuasai negara,

  2. Reboisasi area gundul,

  3. Kontribusi pendapatan kepada negara,

  4. Lapangan kerja bagi warga.

Ridwan menambahkan bahwa pembangunan dilakukan tanpa merusak lingkungan.

“Sungai Cisukabirus tidak pernah banjir meski ada pembangunan. Mereka benar-benar peduli pada lingkungan.”

Sejak dimulai pada 2021, EIGER Adventure Land telah melakukan program pemulihan ekologis skala besar, antara lain:

  • Penanaman lebih dari 100.000 pohon dan perdu,

  • Lebih dari 8 juta tanaman semak dan ground cover,

  • Pembangunan 5 kolam retensi dan 205 sumur resapan,

  • Pendataan keanekaragaman hayati dan pengendalian air limpasan.

Upaya ini memastikan keberlanjutan jangka panjang serta menekan risiko erosi dan banjir.

Sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja, EIGER Adventure Land telah:

  • Melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja,

  • Mempekerjakan 300 warga lokal,

  • Menargetkan 1.200 tenaga kerja saat beroperasi penuh,

  • Menggerakkan UMKM lokal dan meningkatkan penerimaan pajak.

Atang (70), warga Sukagalih yang bekerja sebagai gardener sejak 2019, merasakan langsung perubahan itu.

Baca Juga: PBNU Soroti Tumpang Tindih Kewenangan dalam RUU BPIP

“Saya belajar menanam dan merawat tanaman. Pohon yang saya tanam tiga tahun lalu sekarang sudah besar,” ujarnya bangga.

Menurut Siti Amanah, akademisi IPB University dan Ketua RASSEA, keberhasilan Megamendung adalah hasil kolaborasi lintas sektor.

“Ini contoh nyata bagaimana pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat bisa bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

“Dari kawasan penuh konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan.”

Transformasi Megamendung menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan alam.

Justru, dengan investasi hijau yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat, pemulihan ekologis dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan.

Kisah ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memimpin agenda keberlanjutan dengan menggabungkan inovasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat secara harmonis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.