Pedagang Pasar Pramuka Bisa Bernapas Lega, Aktivitas Normal Usai Tarif Sewa Kios Turun

AKURAT.CO Setelah sempat memanas oleh gelombang protes pekan lalu, denyut kehidupan Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, kembali berputar normal. Para pedagang yang sebelumnya menyuarakan keberatan atas tingginya tarif sewa kios, kini menyatakan lega setelah Perumda Pasar Jaya menurunkan harga sewa dan membuka ruang dialog.
Aktivitas jual beli pada Minggu (16/11/2025) tampak kembali ramai. Lorong-lorong pasar yang sempat lengang kini terisi langkah para pelanggan setia, sementara para pedagang melayani dengan wajah lebih tenang.
Ketegangan yang sempat menggelayut, seperti ditutup dengan kesepakatan baru antara pengelola pasar dan pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Pasar Pramuka Direvitalisasi, Perumda Pasar Jaya Beri Keringanan Sewa untuk Pedagang
"Sekarang sudah normal lagi. Kami berdagang sudah seperti biasa lagi. Tarif kios juga sudah diturunkan, jadi beban kami lebih ringan," ujar salah satu pedagang, Rudi (47), saat ditemui di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (16/11/2025).
Rudi merupakan pedagang Pasar Pramuka yang sejak awal ikut menyuarakan protes. Menurut dia, keputusan penurunan harga sewa itu membuat pedagang merasa dihargai setelah berminggu-minggu gelisah menunggu kepastian.
Senada dengan Rudi, Ela pedagang alat kesehatan menilai, penyesuaian tarif memberikan ruang bagi pedagang di Pasar Pramuka untuk kembali mengais rezeki.
"Kemarin sebelum turun itu sampai Rp 425 juta, sekarang sudah turun sangat membantu. Kondisi pembeli tidak selalu stabil. Dengan sewa baru yang lebih terjangkau, kami merasa lebih diperhatikan," katanya.
Ela mengungkapkan, kepastian tarif menjadi hal yang paling dibutuhkan pedagang. "Waktu ada rencana kenaikan, kami khawatir. Setelah dikaji ulang dan diturunkan, suasana jadi lebih tenang," ujarnya.
Dengan normalnya kembali aktivitas perdagangan dan adanya kesepahaman antara pengelola dan pedagang, Pasar Pramuka kini kembali beroperasi seperti sediakala.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok di Bawah USD100 Ribu, Indodax: Bagian Dinamika Pasar
Diketahui, para pedagang memprotes tarif sewa baru yang ditetapkan sebesar Rp425 juta untuk masa pakai 20 tahun. Angka ini empat kali lipat dibandingkan tarif sebelumnya yang hanya sekitar Rp5 juta per tahun atau setara Rp100 juta untuk 20 tahun.
Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur resmi menurunkan harga sewa kios. Keputusan itu diambil setelah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun tangan menengahi gelombang protes para pedagang yang keberatan.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Irfan, mengatakan penyesuaian harga kios dilakukan demi menjaga keberlanjutan usaha pedagang dan pengelola pasar. "Perumda Pasar Jaya melakukan penyesuaian harga untuk menjaga keberlanjutan usaha pedagang dan pengelolaan pasar," kata Irfan.
Penetapan tarif tersebut, mengacu pada hasil kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) serta rekomendasi Ombudsman RI. Bahkan, Pasar Jaya menetapkan harga final di bawah nilai yang direkomendasikan KJPP sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang.
"Kami memberikan keringanan agar pedagang tetap dapat beroperasi dengan biaya yang terjangkau," tegasnya.
Tidak berhenti di situ, Pasar Jaya juga membuka berbagai skema kemudahan pembayaran, mulai dari diskon hingga fasilitas cicilan jangka panjang, untuk meringankan beban pedagang dalam pemakaian tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
"Langkah ini menunjukkan komitmen kami pada asas keadilan, keterbukaan, dan keberpihakan kepada pedagang," kata Irfan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









