Pramono Anung Ultimatum Adhi Karya, Tiang Monorel Harus Hilang dari Wajah Jakarta per Januari

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, angkat suara soal nasib tiang-tiang beton bekas proyek monorel yang menjadi pemandangan tidak sedap di kawasan Senayan dan Jalan HR Rasuna Said.
Dengan nada tegas namun penuh empati terhadap warga, Gubernur Jakarta memberi batas waktu satu bulan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk. untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
"Kalau dalam satu bulan mereka tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar. Dan kapan DKI akan membongkar, kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari," kata Pramono di Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Jakarta Jadi Magnet Investasi Nasional, Realisasi Mencapai Rp204,2 Triliun hingga Triwulan III-2025
Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Jakarta. Surat resmi perintah pembongkaran akan dikirimkan Pemprov Jakarta kepada Adhi Karya awal pekan depan.
"Kemarin sudah kami rapatkan. Dalam waktu paling lama awal minggu depan ini, saya akan menulis surat kepada Adhi Karya untuk meminta pembongkaran sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kajati Jakarta," jelas Pramono.
Langkah tegas ini bukan semata urusan proyek. Bagi Pramono, ini soal menata kembali wajah Jakarta dan mengembalikan ruang publik yang nyaman bagi warga.
Baca Juga: Armada Transjakarta Disulap Jadi Wajah Baru Menuju 500 Tahun Kota Jakarta
Dia menegaskan jika hingga batas waktu yang ditentukan Adhi Karya tidak bertindak, maka pemprov akan mengambil alih pembongkaran pada Januari 2026.
"Kalau Januari nanti (Pemprov Jakarta) membongkar, sekaligus kami buat pelebaran jalan, pedestriannya kami bangun dan dananya sudah ada. Tahun depan, mudah-mudahan Rasuna Said akan menjadi lebih baik," tutur Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








