Akurat

Tarif Transportasi di Jakarta Bakal Naik Imbas DBH Dipangkas? Ini Kata Pramono

Citra Puspitaningrum | 10 Oktober 2025, 19:50 WIB
Tarif Transportasi di Jakarta Bakal Naik Imbas DBH Dipangkas? Ini Kata Pramono

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kini tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya. Kajian dilakukan setelah Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat untuk Jakarta dipangkas sebesar Rp15 triliun.

"Mengenai kenaikan, itu kan saya sampaikan sebelum DBH-nya dipotong. Nah, sekarang ini kami belum memutuskan apa pun, akan melakukan kajian," kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Pramono menegaskan, hingga kini belum ada keputusan untuk menaikkan tarif. Pemerintah masih menghitung kondisi keuangan daerah serta mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca Juga: Kepala BPK Surati Sri Mulyani Soal Kurang Bayar DBH DKI, Begini Isinya!

"Karena bagaimanapun nanti pada saatnya tentunya kami akan melihat apakah perlu ada penyesuaian atau enggak," tuturnya.

Dia menegaskan, saat ini tarif transportasi umum di ibu kota masih menjadi yang paling murah dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Dia mencontohkan, masyarakat hanya perlu membayar Rp3.500 untuk sekali perjalanan menggunakan Transjakarta, meski biaya operasionalnya jauh lebih besar.

"Tetapi perlu diketahui, tarif di Jakarta ini hampir semua angkutan dibandingkan dengan kota-kota di tetangga, kita jauh lebih murah," ujarnya. 

Menurut dia, rendahnya tarif tersebut dapat terjadi karena Pemprov Jakarta menanggung sebagian besar biaya melalui subsidi. Besaran subsidi itu bahkan mencapai sekitar Rp15.000 per penumpang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.