Akurat

Muzani Prihatin atas Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Keselamatan Santri Harus Jadi Prioritas

Paskalis Rubedanto | 7 Oktober 2025, 21:25 WIB
Muzani Prihatin atas Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Keselamatan Santri Harus Jadi Prioritas

AKURAT.CO Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri.

Muzani menilai, peristiwa tragis tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan agar lebih memperhatikan standar keamanan dan kelayakan bangunan.

“Apa yang terjadi di Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo adalah kejadian yang sangat memprihatinkan, sangat memilukan kita semua, sampai memakan korban begitu banyak. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut,” ujar Muzani di Kantor BPK RI, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).

Menurut Muzani, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan, baik di lembaga berbasis agama maupun umum.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi semua pengelola pendidikan, baik agama maupun non-agama, bahwa bangunan yang memenuhi standar konstruksi sangat penting bagi keselamatan para siswa, santri, dan mahasiswa,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama robohnya bangunan ponpes tersebut.

Muzani menyatakan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan profesional.

“Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pengusutan secara tuntas sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Cukai Tak Naik, Rokok Tetap Murah: Ancaman Serius bagi Kesehatan Publik dan Fiskal Negara

Menanggapi laporan jumlah korban yang terus bertambah hingga mencapai lebih dari 60 jiwa, Muzani mengatakan pemerintah telah bergerak cepat melalui Kementerian Agama dan lembaga terkait.

“Saya sudah lihat Menteri Agama dan kementerian terkait turun langsung ke lapangan. Saya percaya apa yang diputuskan nanti oleh pihak berwenang akan menjadi keputusan yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh jenazah korban reruntuhan Ponpes Al-Khoziny telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, mengatakan sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan tujuh berupa potongan tubuh,” jelas Budi di posko tanggap darurat di halaman Ponpes Al-Khoziny, Selasa (7/10/2025).

Menurut Budi, hasil identifikasi sementara menunjukkan seluruh korban merupakan santri yang berada di dalam kompleks ponpes yang kini telah rata dengan tanah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.