Akurat

Puan Maharani: Negara Harus Hadir, Bali Harus Segera Pulih

Herry Supriyatna | 12 September 2025, 14:33 WIB
Puan Maharani: Negara Harus Hadir, Bali Harus Segera Pulih

AKURAT.CO Banjir besar yang melanda sebagian wilayah Bali menelan korban jiwa serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Puan menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang ditimbulkan.

“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi. Ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian kapasitas negara dalam melindungi rakyat,” ujar Puan, Jumat (12/9/2025).

Data BNPB per Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB mencatat 14 orang meninggal dunia dan 2 orang masih hilang di Denpasar.

BPBD Bali melaporkan terdapat 120 titik banjir yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, meliputi:

Baca Juga: Banjir Bandang Bali Memakan Korban, DPR: Tata Ruang Harus Jadi Perhatian Serius

  • Denpasar: 81 titik

  • Gianyar: 14 titik

  • Badung: 12 titik

  • Tabanan: 8 titik

  • Karangasem: 4 titik

  • Jembrana: 4 titik

  • Klungkung: 1 titik

Sebanyak 562 warga mengungsi, terdiri dari 327 orang di Jembrana dan 235 orang di Denpasar.

Dalam situasi darurat, Puan meminta pemerintah segera mempercepat:

  • Distribusi bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan khusus bayi, anak, dan lansia.

  • Penyediaan tempat pengungsian layak dan aman, termasuk sanitasi, fasilitas kesehatan darurat, dan akses pendidikan sementara.

  • Pemulihan infrastruktur vital seperti jalan utama, jembatan, drainase, dan pasar rakyat yang lumpuh akibat banjir.

  • Pendataan akurat korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi agar bantuan tepat sasaran.

Selain langkah cepat, Puan menekankan mitigasi jangka panjang melalui audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai (DAS), reboisasi kawasan hulu, serta pembangunan sistem drainase perkotaan yang lebih memadai.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi publik yang jelas.

“Jangan sampai warga hanya menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Pemerintah daerah dan pusat harus hadir nyata di lapangan dengan langkah konkret,” tegasnya.

Baca Juga: IDW 2025 Tunjukkan Desain Bukan Sekadar Estetika, tapi Aksi Nyata untuk Sesama

Menurut Puan, pemulihan Bali harus dilakukan dengan pendekatan menyeluruh, tidak sebatas infrastruktur.

Masyarakat kecil, pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM juga harus mendapat dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk.

“Bali adalah wajah pariwisata Indonesia. Kerugian akibat banjir bukan hanya ditanggung masyarakat lokal, tetapi juga berdampak pada citra Indonesia di mata dunia,” jelasnya.

Puan menutup dengan penegasan bahwa DPR RI akan mengawal seluruh proses pemulihan.

“Bencana ini pengingat bahwa negara harus hadir nyata. Bali harus segera pulih, dan DPR RI akan memastikan proses pemulihan berjalan transparan, cepat, dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.