Banjir Bandang Bali Memakan Korban, DPR: Tata Ruang Harus Jadi Perhatian Serius

AKURAT.CO Banjir bandang yang melanda Pulau Dewata menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melumpuhkan sejumlah pusat perekonomian.
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Indrajaya, menekankan pentingnya langkah cepat sekaligus strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi bencana ini.
Menurutnya, dalam fase awal pemerintah bersama Pemprov Bali perlu memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, memastikan kelayakan tempat pengungsian, serta menjamin ketersediaan bahan pokok bagi para pengungsi.
Namun, ia mengingatkan perlunya evaluasi mendalam atas penyebab banjir bandang yang disebut sebagai kejadian pertama sekaligus terparah di Bali.
“Informasi awal menunjukkan banjir bandang dipicu makin sempitnya ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai serapan air. Banyak bangunan penunjang pariwisata hingga pemukiman berdiri di wilayah terlarang seperti sepadan sungai dan kawasan persawahan. Hal ini jelas harus mendapat perhatian serius,” ujar Indrajaya, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: IDW 2025 Tunjukkan Desain Bukan Sekadar Estetika, tapi Aksi Nyata untuk Sesama
Indrajaya menegaskan konsistensi pemerintah daerah dalam menegakkan rencana tata ruang wilayah (RT/RW) menjadi kunci untuk mencegah bencana serupa.
Ia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan Pemprov Bali serta pemerintah kabupaten/kota agar tidak melonggarkan aturan tata ruang demi kepentingan jangka pendek.
“Bali adalah etalase Indonesia di mata dunia. Apa pun yang terjadi di Bali akan menjadi barometer pandangan internasional terhadap Indonesia. Karena itu, penegakan konsistensi RT/RW di Bali mutlak dilakukan,” tegasnya.
Indrajaya juga menyoroti perhatian dunia internasional atas bencana ini. Sejumlah media asing, seperti The Guardian(Inggris) dan Sydney Morning Herald (Australia), melaporkan banjir bandang tersebut mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama.
“Di tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,33 juta orang. Jadi wajar bila dunia ikut mencermati dinamika yang terjadi di Bali, termasuk banjir bandang kali ini,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










