Akurat

Balita Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Posyandu dan Puskesmas Jadi Sorotan

Herry Supriyatna | 20 Agustus 2025, 17:33 WIB
Balita Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Posyandu dan Puskesmas Jadi Sorotan

AKURAT.CO Kasus tragis yang menimpa Raya (3 tahun), balita asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, menyisakan duka sekaligus kritik pedas terhadap lemahnya layanan kesehatan nasional.

Raya meninggal dunia dengan tubuh dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) setelah sebelumnya menjalani pengobatan tuberkulosis (TB).

Mantan Anggota DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menilai, lemahnya layanan kesehatan primer, posyandu dan puskesmas, menjadi faktor utama kegagalan mencegah kasus tersebut.

“Posyandu gagal mendeteksi dini, puskesmas tidak hadir proaktif. Obat cacing massal, edukasi sanitasi, hingga pemantauan gizi seolah hanya retorika di atas kertas,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (20/8/2025).

Menurut Didi, penyakit sederhana seperti cacingan mestinya bisa dicegah sejak awal melalui layanan kesehatan dasar. Namun, Raya justru tidak pernah terjangkau oleh sistem yang seharusnya melindunginya.

“Anak tersebut tanpa identitas, tanpa BPJS, dan tak tersentuh posyandu maupun puskesmas. Ia baru dibawa ke rumah sakit ketika kondisinya sudah kritis,” tegasnya.

Baca Juga: Kronologi Kematian Raya, Balita Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing hingga ke Otak

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi, dari dinas kesehatan, sosial, kependudukan hingga pemerintah desa, yang menurutnya berjalan sendiri-sendiri.

“Program dana desa, posyandu, hingga pemberantasan TBC nasional tidak efektif karena tidak menyentuh kelompok paling rentan,” katanya.

Didi menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer agar mampu bekerja lebih proaktif dalam deteksi dini penyakit.

“Layanan kesehatan primer harus diperkuat, bukan hanya menunggu kasus meledak setelah viral. Tragedi ini tamparan keras bagi pemerintah untuk segera memperbaiki sistem kesehatan dasar,” pungkasnya.

Fakta Medis Kasus Raya

Tim medis RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, membeberkan kronologi kondisi Raya.

Balita tersebut pertama kali dibawa ke rumah sakit pada 13 Juli 2025 dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia sebelumnya mengalami demam, batuk, pilek, serta tengah menjalani pengobatan TB.

“Dugaan awal penyebab tidak sadarnya karena meningitis TB, komplikasi dari TB paru. Namun saat di IGD, dari hidung pasien keluar cacing gelang dewasa. Sejak itu, kami menduga ada dua kemungkinan: faktor TB dan faktor infeksi cacing,” jelas dr Irfan Nugraha, Ketua Tim Penanganan RSUD R Syamsudin SH (19/8/2025).

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Pemprov Kaltim Gratiskan Biaya Administrasi Perumahan bagi MBR

Sayangnya, kondisi Raya yang sudah sangat kritis membuat upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawanya.

Obat cacing tidak bekerja optimal, hingga akhirnya ia meninggal pada 22 Juli 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.