Akurat

Pramono Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Besok, Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta

Citra Puspitaningrum | 7 Agustus 2025, 09:49 WIB
Pramono Groundbreaking Taman Bendera Pusaka Besok, Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dijadwalkan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama penyambungan tiga taman ikonik di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, pada Jumat (8/8/2025).

Tiga taman yang akan disatukan ialah Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Ketiganya akan dilebur menjadi satu kawasan taman terpadu dengan nama baru, yaitu Taman Bendera Pusaka.

"Insya Allah, hari Jumat Pak Gubernur groundbreaking," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, Fajar Sauri kepada wartawan, dikutip Kamis (7/8/2025).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta lebih dulu memindahkan pedagang Pasar Hewan Barito yang berada tepat di depan Taman Langsat. Namun, langkah relokasi ini tak berjalan mulus. Sejumlah pedagang menolak untuk dipindahkan, memicu polemik di lapangan.

Baca Juga: Tiga Taman Legendaris di Jakarta Dilebur Jadi Kawasan Terpadu, Warga Bisa Joging 24 Jam

Fajar berharap, para pedagang dapat memahami urgensi proyek ini dan bersedia direlokasi ke lokasi sementara atau pasar yang telah disiapkan pemerintah. "Kita juga bertindak ada aturannya. Jadi, ya mungkin para pedagang harus bisa dikasih penjelasan yang baik, lah," ujarnya.

Dalam skema penataan taman tersebut, Pemprov akan membangun dua akses penghubung: jembatan (link bridge) antara Taman Langsat dan Taman Ayodya, serta underpass pejalan kaki untuk menghubungkan Taman Langsat dengan Taman Leuser yang dipisahkan jalan raya.

"Jadi, Taman Langsat dengan Taman Ayodya kita connecting dengan link bridge. Di Langsat kita buat jogging track. Lalu untuk menggabungkan Langsat dan Leuser ada jembatan yang turun ke bawah kolong jalan agar bisa tembus," jelasnya.

Rencana ambisius ini diharapkan bukan hanya menambah ruang terbuka hijau Jakarta, tetapi juga menghadirkan ikon baru kota yang memadukan fungsi rekreasi, edukasi, dan penghormatan terhadap sejarah bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.