Akurat

Bedah Rumah di Pesisir Tangerang: Harapan Baru dari Agung Sedayu Group dan Tzu Chi

Herry Supriyatna | 22 Juli 2025, 14:35 WIB
Bedah Rumah di Pesisir Tangerang: Harapan Baru dari Agung Sedayu Group dan Tzu Chi

AKURAT.CO Deretan rumah rapuh di pesisir Tangerang perlahan berubah wajah. Dinding kayu lapuk diganti bata kokoh, atap reyot diganti genteng rapi, dan ruang lembab kini berubah menjadi tempat tinggal yang layak huni.

Transformasi ini lahir dari kepedulian nyata Agung Sedayu Group bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui program bedah rumah yang menyasar enam kecamatan pesisir: Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, Kemiri, dan Kronjo.

Mereka meninjau kondisi rumah yang nyaris roboh, lembab, gelap, dan tidak lagi layak untuk ditempati, sekaligus memastikan progres pembangunan berjalan sesuai harapan.

“Kami melihat langsung kondisi rumah-rumah yang memang tidak layak huni. Ada yang nyaris roboh, ada yang lembab dan gelap karena tidak sehat untuk ditinggali,” ungkap Direktur Estate Management Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, Selasa (22/7/2025).

Program ini sudah berjalan sejak 13 Mei 2025 dan menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur besar, tetapi juga keberpihakan pada kehidupan masyarakat kecil. Pada 4 Juli lalu, tim gabungan dari kedua lembaga turun langsung ke lapangan.

Baca Juga: Uniknya Transisi Pemerintahan 2024: Menteri Keuangan Tetap, Tantangan Anggaran Pendidikan Masih Berlanjut

“Kami bedah dan kami bangun kembali agar mereka bisa tinggal dengan lebih layak,” terang Restu.

“Kami percaya, rumah yang sehat akan menumbuhkan keluarga yang lebih sehat dan generasi yang lebih maju di masa depan,” sambung dia.

Kisah haru datang dari Ibu Siti, penjual nasi uduk dari Desa Patramanggala. Rumah lamanya yang nyaris ambruk kini telah berganti menjadi tempat tinggal yang layak, memberi rasa aman bagi dirinya dan anak-anaknya.

“Saya bersyukur dan berterima kasih, semoga rumah ini membawa berkah dan anak-anak bisa hidup lebih sehat,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal serupa dirasakan Darto, warga Teluknaga yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah berdinding anyaman bambu.

“Saya enggak nyangka bisa tinggal di rumah sebagus ini. Terima kasih banyak sudah bantu kami. Sekarang tidur lebih nyaman, anak-anak juga bisa belajar lebih tenang,” ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi, PINTU Gelar Kompetisi Trading Futures Berhadiah Rp85 Juta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.