Pemerintah Dorong Pemanfaatan Danais DIY untuk Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif dan Budaya

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai danais dapat mendorong lahirnya hak kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal berkualitas.
Semua itu bisa dilakukan, jika masyarakat membangun ekosistem yang saling terkoneksi, mulai dari kampus, komunitas, pemerintah daerah, hingga pasar global.
Baca Juga: RUU Diplomasi Ekonomi Kreatif Dorong Indonesia Jadi Produsen Budaya Global
"Ekonomi kreatif bukan hanya tentang seni atau hiburan tapi the new engine of growth bagi daerah. Dana Keistimewaan bisa dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya IP lokal, aktivasi ruang-ruang publik, hingga kolaborasi dengan diaspora," kata Irene dalam keterangannya, dikutip Senin (7/7/2025).
Dia juga turut menggarisbawahi pentingnya pelibatan generasi muda, dalam pengembangan IP lokal dan konten kreatif. Dibutuhkan lebih banyak inovator muda yang tidak hanya menciptakan karya, tapi juga membangun nilai tambah budaya dan ekonomi.
Dia mengatakan, perlunya pendekatan ekosistem yang holistik, mulai dari riset di kampus, inkubasi ide di komunitas, hingga dukungan kebijakan dan pembiayaan oleh pemerintah daerah.
Salah satu strategi yang dibahas adalah, pemanfaatan Danais melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk mendukung ruang kreatif, promosi IP lokal, pelatihan SDM, serta digitalisasi konten destinasi seperti Borobudur dan kawasan heritage lainnya.
Menuurtnya, aktivasi Danais ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi hexa helix melalui pendekatan ekosistem, melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat luas, untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus pusat inovasi ekonomi kreatif.
Baca Juga: Empat Entitas Media-Event Teken MoU, Dorong Sinergi Ekonomi Kreatif
"Kota ini tidak hanya melahirkan banyak pelaku seni dan kreator muda, tetapi juga menjadi ruang bertemunya tradisi dan inovasi. Dengan pemanfaatan Danais yang tepat sasaran, Yogyakarta berpotensi menjadi percontohan kota kreatif berbasis budaya yang mampu bersaing secara global namun tetap berakar lokal," jelasnya.
Kementerian Ekraf juga membuka peluang kolaborasi dengan diaspora Indonesia di luar negeri, melalui aktivasi IP lokal di media transportasi publik luar negeri seperti di Singapura dan Hong Kong.
"Hal ini sejalan dengan misi Kementerian Ekraf untuk memperluas distribusi karya kreatif Indonesia dan menghubungkan talenta lokal dengan jejaring global," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




