Akurat

Gebrakan Bupati Iksan, Morowali Akhiri Ketergantungan pada Pembangkit Diesel

Atikah Umiyani | 7 Juli 2025, 14:24 WIB
Gebrakan Bupati Iksan, Morowali Akhiri Ketergantungan pada Pembangkit Diesel

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Morowali terus menunjukkan komitmen dalam menuntaskan persoalan listrik di daerahnya.

Setelah berhasil menormalkan pasokan listrik di Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, kini fokus mengarahkan ke Kecamatan Bungku.

Gebrakan Bupati Morowali tersebut membuahkan hasil dengan diresmikannya penyalaan pertama atau energize Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale-Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku oleh PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Kawasan Industri Morowali Raih Tiga Penghargaan CSR Nasional

Penyalaan infrastruktur ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan sistem kelistrikan 150 kV pertama yang hadir di Kabupaten Morowali sejak Indonesia merdeka.

"Sudah lama masyarakat menunggu solusi atas keterbatasan daya listrik di Morowali. Kehadiran infrastruktur ini bukan hanya menjawab krisis tapi juga membuka peluang investasi, meningkatkan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Iksan, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/7/2025).

Proyek ini mencakup jaringan transmisi sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms) yang melintasi dua kabupaten dengan 254 menara dan satu gardu induk berkapasitas 30 MVA.

Baca Juga: Kesehatan, Listrik dan Bantuan Tunai Jadi Gebrakan Awal Pasangan Iklas di Morowali

Operasional GI Bungku diproyeksikan dapat menambah daya hingga kurang lebih 16,8 MW, setara dengan 95.074 pelanggan baru. Serta meningkatkan kualitas tegangan dari 18,37 kV menjadi 20,3 kV.

Tidak hanya menjadi solusi atas krisis listrik yang bertahun-tahun dialami Morowali, infrastruktur ini juga menjadi bagian dari program nasional de-dieselisasi yakni penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang boros bahan bakar dan biaya.

Manager PLN UPP Sulawesi Selatan, Edy Roy Antonius Sidabutar, mengapresiasi dukungan dari Pemkab Morowali dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Run For Green Meriahkan Pemberian Sertifikasi Lingkungan Biru di Indonesia Morowali Industrial Park

"Sudah 80 tahun sejak Indonesia merdeka, Morowali hanya mengandalkan pembangkit diesel. Kami ingin masyarakat Morowali dapat menikmati listrik tanpa perlu padam bergilir," katanya.

Edy menambahkan, proyek ini akan dilanjutkan dengan proses energize Line 2 yang ditargetkan selesai pada 31 Juli 2025.

Seluruh proses pembangunan juga memaksimalkan penggunaan komponen lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 69,94 persen untuk GI dan 62,5 persen untuk SUTT.

Baca Juga: PT SEI dan Tenant Hadiri Apel Akbar Bulan K3 Nasional di Morowali

Dengan capaian ini, Bumi Tepe Asa Moroso, julukan Morowali, kini memasuki era baru kelistrikan yang lebih andal, efisien serta ramah lingkungan. Menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK