Akurat

Pramono Tak Masalah Jika Transjabodetabek Bebani APBD Jakarta

Citra Puspitaningrum | 11 Juni 2025, 19:25 WIB
Pramono Tak Masalah Jika Transjabodetabek Bebani APBD Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui pengoperasian layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga memang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.

Namun, dia justru tidak mempermasalahkan penggunaan anggaran tersebut untuk subsidi transportasi warga luar Jakarta. Menurutnya, Jakarta dan daerah penyangga merupakan satu kawasan aglomerasi yang tidak bisa dipisah-pisahkan dalam pembangunan.

"Persoalannya, kalau saya bilang enggak membebani, enggak mungkin. Pasti membebani. Tapi sekarang Jakarta kan membangun dengan berbagai cara, yang saya memang kembangkan," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga: Rute Baru Transjabodetabek Bogor–Blok M Resmi Diluncurkan, Tempuh 113 Km Lewati 20 Titik

Pramono menyampaikan, Pemprov Jakarta memiliki berbagai sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur selain APBD, termasuk dana kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) untuk mengembangkan kawasan berorientasi transit (TOD).

Cara ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang pernah dilakukan oleh mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Jadi apa yang dulu pernah dirintis oleh gubernur sebelumnya, yang baik saya teruskan, yang enggak baik ya sudah enggak. Saya enggak malu sama sekali untuk belajar dari siapa saja," jelasnya.

Hingga kini, Pemprov Jakarta sudah mengoperasikan sejumlah rute Transjabodetabek, di antaranya Blok M - Alam Sutera (S61), Cawang-Vida Bekasi (B41), Blok M - PIK 2 (T31), Lebak Bulus - Sawangan (D41), dan Blok M - Bogor (P11).

Dengan pendekatan ini, Pramono yakin pembangunan Jakarta bisa tetap berjalan sambil memperkuat konektivitas kawasan penyangga tanpa terbebani oleh anggaran daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.