Akurat

Ibu Hamil di Sumba Rasakan Manfaat MBG, Dulu kalau Sarapan Seadanya

Atikah Umiyani | 31 Mei 2025, 23:10 WIB
Ibu Hamil di Sumba Rasakan Manfaat MBG, Dulu kalau Sarapan Seadanya



AKURAT.CO Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Manfaat program MBG salah satunya dirasakan Vincencia Toma, warga Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambulaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Ibu hamil yang memiliki anak berusia empat tahun ini mengaku merasakan langsung manfaat MBG sejak program tersebut dijalankan di wilayahnya. Bahkan sang anak pun ikut menyantap makanan itu.

Baca Juga: Kadin Gandeng Pengusaha Prancis, Target Bangun 1.000 Dapur Program MBG

"Dulu sarapannya seadanya saja. Sekarang, sejak ada makanan dari MBG, anak saya makannya selalu habis," ujar Vincencia saat ditemui di Posyandu setempat pekan ini.

Dia telah menerima makanan gratis selama sembilan hari terakhir sebagai bagian dari sasaran program MBG.

Dalam pengalamannya, menu yang disajikan terasa lezat dan membantu menambah nutrisi anaknya.

Baca Juga: Kemajuan Program MBG

"Memang dari makanannya enak. Hanya saja sayurnya kadang agak kering jadi anak sedikit susah makannya. Tapi secara keseluruhan sangat membantu," kata Vincencia.

Lebih dari sekadar soal rasa, program MBG, menurut Vincencia, juga berdampak pada pola konsumsi keluarga.

Jika sebelumnya harus memasak sendiri dan membagi stok makanan untuk pagi dan sore, kini dirinya merasa terbantu.

Baca Juga: MBG Tetap Jalan Meski Tak Ada Bantuan dari Negara Lain, PCO: Dananya Sudah Ada

"Bisa disiasati, pagi dapat dari MBG, jadi stok untuk makan sore bisa aman," ujarnya.

Vincencia saat ini tengah mengandung sembilan bulan.

Dia menjadi satu dari ratusan ibu hamil dan menyusui yang mendapat manfaat langsung dari dapur pelayanan gizi MBG.

Baca Juga: Ralali Group Perluas Jangkauan Program Mitra Dapur MBG dan Peluang Kerja Melalui Kolaborasi di Solo

Keberadaan dapur MBG di desanya menurutnya juga menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap ibu dan anak di desa.

"Dulu tidak pernah ada makanan gratis seperti ini. Sekarang anak-anak bisa makan dengan lauk yang cukup," katanya.

Dia berharap program ini bisa terus berjalan dalam jangka panjang, bukan hanya sementara.

Baca Juga: Dapur MBG di Bandung Libatkan 48 Warga Binaan Lapas Sukamiskin

"Harapannya sih semoga program ini bisa berjalan terus seperti itu," ucap Vincencia.

Program MBG di Sumba Barat Daya dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambolaka yang melayani sekolah-sekolah dan posyandu, termasuk bagi ibu hamil, menyusui dan balita.

Dengan bahan makanan lokal dan gizi yang terukur, program ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memperbaiki gizi masyarakat desa serta menekan angka stunting di daerah.

Baca Juga: BGN: Program MBG Berpeluang Buka 90 Ribu Lapangan Kerja

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK