Kisah Haru Purwanto dan Warga Kudus yang Kini Menempati Rumah Layak Huni

AKURAT.CO – Purwanto berdiri terpaku di depan rumah barunya yang kokoh dan bersih.
Bagi pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, momen ini bukan sekadar peristiwa biasa.
Sebelumnya, rumah Purwanto hanya berdinding bata tanpa plester dan berlantaikan tanah. Ketika hujan turun, air masuk ke dalam rumah, membuat kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata sehat.
Kini, melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum dan Polytron, rumah tersebut direnovasi total menjadi hunian yang aman dan nyaman.
“Saya bersyukur mendapat bantuan renovasi rumah ini. Karena pekerjaan saya sebagai pemulung, selama ini saya juga kesulitan untuk memperbaiki rumah."
"Jadi ketika atapnya bocor saat hujan, angin kencang, dan pondasinya mulai rapuh, kami tidak bisa berbuat apa-apa."
"Terima kasih PT Djarum dan Polytron yang telah merenovasi rumah dan kami tidak keluar biaya sedikit pun. Semoga semakin sukses dan selalu bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya lirih, menahan haru seperti tergambar dalam foto.
Baca Juga: Hadirkan Kejuaraan Bagi Klub Mitra, Salah Satu Langkah PB Djarum Jaga Ekosistem Pembinaan Usia Dini
Program ini tak hanya menyentuh kehidupan Purwanto.
Di Kabupaten Kudus, program ini telah menyasar sejumlah penerima manfaat lainnya yang hidup dalam kondisi serupa—rumah tak layak, sanitasi buruk, dan minim ventilasi.
Mereka kini mendapatkan harapan baru lewat hunian yang lebih manusiawi.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan bahwa serah terima RSLH kepada 92 warga Kudus merupakan bentuk bakti PT Djarum yang selama 74 tahun telah bersinergi bersama masyarakat dalam membangun Kota Kudus.
Program kolaboratif ini dijalankan dengan dukungan dari Bappeda Kabupaten Kudus serta Dinas PKPLH Kabupaten Kudus.
“Tanggal 21 April kemarin, PT Djarum tepat berusia 74 tahun. Semoga peresmian RSLH ini menjadi kado manis dari perusahaan bagi masyarakat sekitar yang telah bersinergi dengan baik selama bertahun-tahun dalam membangun kota tercinta ini."
"Kami berharap, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem ini dapat terus dijalankan dengan dukungan dari pemerintah daerah sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan,” tutur Budiharto kepada awak media melalui keterangan pers yang kami terima pada Kamis, (24/4).
Lewat program bedah rumah tersebut, hunian yang direnovasi dan dibangun ulang mengacu pada tiga aspek dasar, yakni aman, nyaman, dan sehat untuk ditinggali.
Baca Juga: Apresiasi Pencapaian Atlet, PB Djarum Guyur Bonus hingga Rp966.950.000
Program ini menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, serta melibatkan masyarakat di lingkungan sekitar dalam proses pembangunan.
“Tiga aspek dasar yakni aman, nyaman, dan sehat menjadi pedoman kami dalam merenovasi ataupun membangun ulang rumah warga penerima bantuan."
"Karena kami ingin setiap yang tinggal di rumah tersebut merasa aman salah satunya dengan pondasi dan bangunan yang kuat, nyaman dan sehat dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan dan sanitasi yang baik."
"Dengan adanya tiga aspek tadi, semoga kualitas hidup penghuninya juga semakin meningkat,” jelas Budiharto.
Sementara itu, Chief Executive Officer Polytron, Hariono, menegaskan bahwa partisipasi dalam program renovasi rumah tak layak huni ini merupakan perwujudan dari nilai inti perusahaan, yakni tanggung jawab sosial yang peka dan peduli terhadap masyarakat serta lingkungan.
Dengan tiga pabrik yang beroperasi di sekitar area Kudus, yaitu Krapyak, Sidorekso, dan Sayung, Polytron merasa memiliki keterhubungan dengan masyarakat sekitar untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian perjalanan 50 tahun Polytron di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga kebermanfaatan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kami membawa dampak positif, khususnya bagi masyarakat di sekitar area operasional kami. Partisipasi dalam program ini adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap nilai tanggung jawab sosial yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan bisnis Polytron. Semoga rumah yang lebih layak ini dapat menjadi awal baru yang membawa kenyamanan dan harapan bagi para penerima,” ujar Hariono.
Renovasi 92 rumah di Kabupaten Kudus ini merupakan partisipasi dari PT Djarum sebanyak 61 rumah dan 31 rumah dari Polytron.
Tak hanya itu, sepanjang 2025 PT Djarum dan Polytron juga menargetkan akan merenovasi 300 rumah sehingga total rumah yang direnovasi sejak 2022 hingga akhir tahun nanti mencapai 515 rumah.
Rinciannya yaitu 10 rumah pada 2022, 25 rumah di tahun 2023, serta 180 rumah pada 2024 di Kota Kretek.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendukung penuh upaya PT Djarum dan Polytron yang berkomitmen mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui program RSLH ini. Diharapkan, dengan hunian yang baik akan mendorong produktivitas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.
“Upaya PT Djarum dan Polytron merenovasi bahkan membangun ulang rumah warga tidak mampu merupakan bentuk nyata peran pihak swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap, program ini konsisten dilakukan sehingga manfaatnya semakin dirasakan dan kualitas hidup masyarakat Kudus meningkat,” ujar Sam’ani.
Bagi masyarakat penerima manfaat, rumah yang kini mereka tempati bukan hanya soal bangunan baru, melainkan simbol dari perhatian dan kepedulian.
Kehangatan yang mereka rasakan di dalam rumah itu kini menjadi awal dari babak hidup yang lebih bermartabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








