Akurat

Kesederhanaan dan Toleransi Jadi Napas Thudong, Panitia: Ini Teladan bagi Kita Semua

Oktaviani | 19 April 2025, 12:14 WIB
Kesederhanaan dan Toleransi Jadi Napas Thudong, Panitia: Ini Teladan bagi Kita Semua

AKURAT.CO Ribuan umat lintas agama berkumpul di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), Jakarta Utara, untuk menyambut kedatangan para Bhikkhu Thudong yang menempuh perjalanan spiritual sejauh 2.500 kilometer dari Thailand menuju Candi Borobudur.

Perjalanan ini menjadi bagian dari perayaan Trisuci Waisak 2569 BE/2025.

Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci, Soegiandi, menyampaikan, penyambutan ini merupakan bentuk penghormatan atas semangat dan keteladanan para bhikkhu.

“Tudong adalah perjalanan spiritual yang sarat makna. Mereka berjalan kaki dari Thailand menuju Borobudur demi menyebarkan pesan damai dan toleransi antarumat beragama,” ujar Soegiandi, Sabtu (19/4/2025).

Sebagai simbol persatuan, panitia membentangkan Sang Saka Merah Putih sepanjang 780 meter yang dipegang bersama oleh para santri, umat Buddha, dan umat Tridharma. Aksi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni lintas agama di Indonesia.

Baca Juga: Marak Kasus Pelecehan Seksual oleh Dokter, DPR Dorong Tes Psikologis untuk PPDS

Acara juga diisi dengan tradisi pindapata, yakni pemberian sedekah kepada para bhikkhu oleh masyarakat.

Hasil dari kegiatan ini akan disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan.

“Bhikkhu Thudong mengajarkan kesederhanaan. Mereka hanya berjalan kaki dengan membawa mangkuk kecil, tanpa alas kaki. Ini adalah keteladanan luar biasa tentang hidup yang bersahaja namun penuh makna,” tambah Soegiandi.

Ia juga menyoroti, perjalanan Tudong tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Perjalanan kaki terakhir dilakukan pada 2023. Tahun lalu memang ada bhikkhu yang menuju Borobudur, tapi bukan dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa kebangsaan yang diikuti oleh tokoh-tokoh lintas agama.

Pesannya satu: Indonesia yang kuat, rukun, dan berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.