Senator DPD RI Mirah Midadan Tinjau Kesiapan Mudik di Bandara, Pelabuhan, dan Terminal NTB

AKURAT.CO Dalam rangka memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025, Anggota DPD RI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, melakukan peninjauan langsung ke tiga titik transportasi utama, yakni Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Pelabuhan Gili Mas, dan Terminal Dinas Perhubungan NTB.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kelancaran arus mudik, serta kenyamanan penumpang yang menggunakan jalur darat, laut, maupun udara selama libur Lebaran.
Anggota Komite II DPD RI ini menyampaikan, secara umum, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid telah siap melayani lonjakan penumpang.
“Saat ini jumlah penumpang mencapai sekitar 6.000 orang per hari, dan bandara masih mampu menangani lonjakan lebih tinggi. Load factor penumpang juga meningkat, tetapi masih dalam batas yang terkendali,” ujar Mirah, Sabtu (29/3/2025).
Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang, terutama dalam pengaturan lalu lintas di terminal kedatangan dan keberangkatan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini Akhir Ramadhan 2025: Keberuntungan di Hari Raya Idul Fitri!
Sementara itu, di Pelabuhan Gili Mas, Mirah memastikan bahwa arus keberangkatan dan kedatangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Operasional kapal Roll-on Roll-off (RoRo) yang melayani rute pelayaran dari dan menuju pelabuhan juga berlangsung sesuai jadwal tanpa gangguan akibat peningkatan volume penumpang.
“Kami memastikan bahwa kapal RoRo tetap beroperasi normal meskipun ada peningkatan arus mudik. Tidak ada keterlambatan signifikan, dan semua berjalan sesuai jadwal,” tambahnya.
Di Terminal Dinas Perhubungan NTB, Senator Mirah menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik.
Ia berharap seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan operasional agar perjalanan berlangsung aman.
“Mudik adalah momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga setelah setahun bekerja. Namun, tantangan transportasi yang terus terjadi harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pertamina yang menyuplai bahan bakar, serta Jasa Raharja dan Grab yang menyediakan makanan bagi pemudik.
Armada yang digunakan difasilitasi oleh beberapa perusahaan transportasi, antara lain PO Damri, Panca Sari, Sinar Rejeki, Prima Jaya, dan Sumbawa Utama.
“Program luar biasa ini harus tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan pemudik agar mereka dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat serta bisa bertemu keluarga dan melepas rindu,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










