DPR Desak TNI/Polri Perketat Pengamanan Papua Usai Penyerangan Brutal KKB Yahukimo

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi penyerangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, yang mengakibatkan seorang guru meninggal dunia.
Aksi brutal tersebut dianggapnya sebagai pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.
“Dukacita mendalam saya sampaikan atas berpulangnya seorang guru di Papua akibat penyerangan di Kabupaten Yahukimo. Serangan terhadap warga sipil, apalagi tenaga pendidik dan kesehatan, adalah tindakan yang mencederai kemanusiaan,” ujar Puan, Senin (24/3/2025).
Puan menegaskan bahwa peristiwa tragis ini menghambat upaya pembangunan di Papua dan memperparah ketidakamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, guru dan tenaga kesehatan adalah pahlawan kemanusiaan yang harus dilindungi, bukan menjadi korban kekerasan.
Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Puan mendesak pemerintah bersama TNI/Polri untuk memperketat pengamanan di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Yahukimo.
Baca Juga: Thomas Tuchel Tegaskan tak Lakukan Rotasi Timnas Inggris untuk Sesuaikan Jadwal Klub
Ia menegaskan bahwa serangan KKB yang terus berulang harus segera dihentikan.
"DPR mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengamanan di daerah rawan konflik. Kejadian seperti ini tidak boleh terus dibiarkan terjadi,” tegasnya.
Penyerangan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo tersebut diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Sementara itu, terdapat berbagai versi terkait jumlah korban, ada yang menyebutkan satu guru tewas, namun laporan lain menyebutkan 6 atau 7 tenaga pendidik dan kesehatan menjadi korban.
Puan meminta pemerintah memberikan kejelasan dan transparansi terkait jumlah korban jiwa. “Harus ada penjelasan yang lebih akurat dan transparan dari pemerintah mengenai jumlah korban. Ini bukan hanya masalah keamanan, tapi juga masalah kemanusiaan,” ujarnya.
Setelah penyerangan brutal tersebut, sebanyak 46 guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Yahukimo dievakuasi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (22/3/2025).
Puan menekankan bahwa perlindungan terhadap tenaga pendidik dan kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah.
"Negara harus memastikan pengamanan di daerah rawan konflik telah optimal, termasuk di sekolah dan puskesmas. Warga sipil, khususnya tenaga pendidik dan kesehatan, harus dilindungi dengan maksimal," tegasnya.
Selain itu, Puan juga mendesak pemerintah agar tidak mengabaikan layanan pendidikan dan kesehatan di Papua, terutama di wilayah Yahukimo.
“Pemerintah harus memastikan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Yahukimo tetap berjalan. Pendekatan keamanan harus diimbangi dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat agar dapat mengurangi potensi konflik,” ungkapnya.
**Dukung Pemulihan Psikologis Korban**
Selain masalah keamanan, Puan juga menekankan pentingnya pemberian dukungan psikologis bagi korban selamat dan keluarga korban yang tewas melalui pendampingan psikososial.
“Kita perlu memberikan dukungan yang menyeluruh bagi para korban, baik dari segi keamanan maupun pemulihan mental. Ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.
Puan mengajak semua pihak untuk mendukung upaya perdamaian dan pembangunan di Papua agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










