Pasca Erupsi Gunung Lewotobi NTT, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Siaga

AKURAT.CO Pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, NTT pemerintah meminta masyarakat untuk siap siaga selalu ditingkatkan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, mengatakan bahwa sekitar 4000an masyarakat masih berada di pengungsian pasca bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Baca Juga: Aktivitas Menurun, Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Jadi Level Siaga
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki telah meletus dua kali semalam yakni pada Kamis (20/3/2025) malam pukul 22.56 WITA. Sehingga BMKG menaikkan status dari siaga di level III menjadi level IV atau awas.
“Sehingga praktis di tahun 2024 dan 2025 ini sudah tiga kali Gunung Lewotobi Laki-Laki mencapai status awas. Karena sudah status yang paling tinggi maka kesiapsiagaan masyarakat ini betul-betul kita tingkatkan,” jelasnya dalam konferensi pers usai Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jumat (21/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa akibat letusan gunung semalam terdapat satu korban yang mengalami luka. Saat erupsi terjadi, korban tengah berada di kebun bukan di pengungsian.
“Kemudian dari letusan tadi malam memang ada satu korban luka. Tapi yang bersangkutan ini sedang berada di kebun. Jadi masyarakat yang masih ada di tempat pengungsian, ada 4 ribu lebih dan cukup disiplin. Tidak kembali ke rumah masing-masing sehingga ketika ada letusan besar tadi malam sampai kurang lebih 8 km,” jelasnya.
Menteri koordinator Pembangunan Ma nusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, rapat ini bertujuan untuk memastikan langkah-langkah konkret dalam percepatan pemulihan pasca bencana dan konflik sosial di Flores Timur.
Dengan fokus utama pada penyelesaian lahan, pembangunan hunian terhadap korban terdampak erupsi, perbaikan rumah yang rusak akibat konflik, penyediaan akses jalan menuju hunian, serta pembangunan infrastruktur pendukung lain.
“Ada beberapa pending matters yang kita tuntaskan hari ini, yaitu permasalahan lahan, pembangunan hunian tetap, penyelesaian akses jalan ke hunian tetap, serta pembangunan infrastruktur lain di Adonara,” ujar Menko PMK.
Baca Juga: Kolaborasi AHY dan Pratikno, Bahas Infrastruktur Tanggap Bencana dan Inklusif untuk Indonesia
Menko Pratikno menyatakan, selain pembangunan rumah bagi warga terdampak konflik sosial, perbaikan akses jalan juga menjadi prioritas utama.
Ia menjelaskan bahwa dalam rapat ini, setiap kementerian telah membahas secara rinci tanggung jawabnya masing-masing.
“Kita bahas satu per satu secara detail, koordinasi lintas kementerian, siapa melakukan apa. Kita juga sepakati langkah-langkah yang bisa dilakukan secepat-cepatnya tanpa menimbulkan masalah baru, baik dari segi sosial ekonomi maupun lingkungan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







