DLH Jakarta Diminta Bentuk Bank Sampah dan Percepat Pembangunan PLTSa

AKURAT.CO Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Jakarta, salah satunya melalui bank sampah.
Menurut dia, pengelolaan sampah yang optimal tidak hanya dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi juga memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat.
Tak hanya itu, bank sampah yang tersebar di tingkat Rukun Warga (RW) berperan penting dalam menampung sampah anorganik yang dapat disetorkan oleh warga dan memberikan tambahan penghasilan.
Baca Juga: Pramono Harap Ada Penyesuaian Tipping Fee Agar Pengelolaan Sampah Lebih Baik
"Bank sampah ini selain membantu mengurangi sampah, juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Banyak hal yang bisa diperbaiki dalam penataan sampah, terutama di tingkat RW, dengan memaksimalkan fungsi bank sampah," ujar Yuke, Rabu (19/3/2025).
Politisi PDI Perjuangan tersebut berharap, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dapat berinovasi dalam hal teknologi dan infrastruktur, baik dari sisi hulu hingga hilir dalam pengelolaan sampah.
Dia juga menginginkan, adanya percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refused Derived Fuel/RDF).
"Kami berharap ada terobosan-terobosan baru, khususnya dalam teknologi pengelolaan sampah. Inovasi sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan sampah di Jakarta," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengungkapkan bahwa target kinerja DLH pada tahun 2026 terkait pengelolaan sampah adalah mencapai 100 persen. Dari target tersebut, 70 persen akan difokuskan pada penanganan sampah, sementara 30 persen pada pengurangan sampah.
Baca Juga: AHY Dipanggil Prabowo, Bahas Konversi Sampah Jadi Energi Listrik
Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut adalah, dengan menguatkan keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah, serta meningkatkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga akan fokus pada pengurangan sampah plastik dan penerapan sistem pengelolaan sampah yang mandiri di kawasan serta pasar.
"Penguatan keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah menjadi salah satu fokus utama kami. Kami juga akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui teknologi seperti RDF dan melakukan pemeliharaan sarana pengolahan sampah di TPST Bantargebang," terang Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









