Akurat

Tragedi di Gunung Cartenz: Dua Pendaki Tewas Akibat Hipotermia, Evakuasi Terkendala Cuaca

Arief Rachman | 2 Maret 2025, 16:53 WIB
Tragedi di Gunung Cartenz: Dua Pendaki Tewas Akibat Hipotermia, Evakuasi Terkendala Cuaca

AKURAT.CO Gunung Cartenz Pyramid kembali menelan korban. Dua pendaki, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti, dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia saat berada di kawasan basecamp gunung tertinggi di Indonesia itu.

Evakuasi terhadap Elsa Laksono akhirnya berhasil dilakukan pada Minggu (2/3/2025), dengan jenazahnya telah tiba di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kapolres Mimika, AKBP Bily Hildiarto Budiman, membenarkan bahwa Elsa telah dievakuasi dari basecamp Gunung Cartenz ke RSUD Mimika.

“Satu pendaki sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mimika,” kata Bily.

Namun, jenazah Lilie Wijayanti masih tertahan di basecamp Gunung Cartenz. Rencana evakuasi pada Minggu terpaksa ditunda karena cuaca yang memburuk.

Baca Juga: 3 Menu Buka Puasa Hari Ini Sederhana Murah: Ada Resep Kwetiau Siram Sapi, Tempe Kriuk, dan Es Kelapa!

Tim penyelamat dijadwalkan kembali bergerak pada Senin pagi jika kondisi memungkinkan.

Kapolres Mimika memastikan bahwa kedua pendaki meninggal akibat hipotermia, kondisi berbahaya yang sering mengancam pendaki Gunung Cartenz, yang memiliki suhu ekstrem di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Ya, benar, mereka meninggal akibat hipotermia,” ujar Bily.

Lilie Wijayanti, kelahiran Malang pada 2 Oktober 1996, berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Sementara Elsa Laksono, lahir pada 24 Juli 1965, tinggal di Jakarta Selatan.

Gunung Cartenz, yang menjadi salah satu gunung paling menantang di Indonesia, kembali membuktikan betapa berbahayanya medan dan cuacanya.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri secara matang sebelum menghadapi tantangan di gunung bersalju tropis ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.